Roberto De Zerbi menegaskan bahwa dirinya tidak berniat terburu-buru memulangkan Dejan Kulusevski ke lapangan, meski pelatih Tottenham Hotspur itu sangat percaya pada kualitas pemain asal Swedia tersebut. Kulusevski belum tampil untuk Spurs sejak mengalami cedera tempurung lutut kanan di penghujung musim 2024-25. Cedera itu bermula dari sebuah duel yang tampak tidak berbahaya saat Tottenham menghadapi Crystal Palace.
Cedera tersebut ternyata membawa konsekuensi yang jauh lebih besar dari perkiraan banyak orang. Kulusevski sudah menjalani pemulihan selama 15 bulan dan mengalami beberapa kali kemunduran, yang membuatnya absen di seluruh musim lalu sekaligus Piala Dunia pada musim panas ini. Menghadapi situasi yang rumit ini, De Zerbi memilih untuk tidak mematok target waktu dan lebih mengutamakan kesiapan pemain secara menyeluruh.

De Zerbi Jaga Kesabaran soal Kembalinya Kulusevski
Kulusevski belum bergabung kembali dengan latihan penuh tim utama Tottenham. Namun, kabar positif datang karena ia sudah mulai terlihat berlatih di lapangan dengan bola. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pemain berpaspor Swedia itu.
De Zerbi menegaskan bahwa Kulusevski tetap punya tempat istimewa dalam skuadnya musim ini. “Kulusevski, dalam kondisi fit dan tepat, dia adalah salah satu pemain terbaik yang kami miliki di skuad,” ujar De Zerbi kepada media Inggris. Pelatih asal Italia itu juga menegaskan tidak ingin memberi tekanan berlebih kepada pemainnya untuk mempercepat proses rehabilitasi.
“Saya tidak ingin memberi terlalu banyak tekanan padanya untuk mempercepat proses rehabilitasi, tetapi saya berharap dia bisa tersedia secepat mungkin,” tambah De Zerbi. Pernyataan ini menjadi sinyal jelas bahwa klub mengutamakan kesiapan jangka panjang daripada sekadar target jangka pendek. Keputusan pun diserahkan sepenuhnya pada perkembangan dan respons tubuh Kulusevski terhadap setiap tahap latihan.
Kronologi Cedera dan Perjalanan Pemulihan Kulusevski
Kulusevski pertama kali bergabung dengan Tottenham pada Januari 2022, awalnya dengan status pinjaman. Sejak saat itu, ia mencatatkan 146 penampilan dan mencetak 25 gol untuk Spurs. Catatan itu menjadikannya salah satu pemain penting di lini serang Tottenham dalam beberapa musim terakhir.
Namun, cedera patella kanan yang dideritanya pada akhir musim 2024-25 mengubah segalanya. Meski cedera tersebut berasal dari tantangan yang tampak sepele, proses pemulihannya berjalan jauh dari mulus. Beberapa kali kemunduran membuatnya melewatkan seluruh musim lalu dan Piala Dunia pada musim panas ini.
Berikut rangkuman perjalanan pemulihan Kulusevski:
- Mengalami cedera patella kanan saat melawan Crystal Palace di akhir musim 2024-25.
- Absen selama 15 bulan dengan beberapa kali mengalami kemunduran.
- Melewatkan seluruh musim lalu dan Piala Dunia pada musim panas ini.
- Menjalani prosedur terakhir pada bulan Maret yang menjadi titik awal kebangkitannya.
Prosedur terakhir pada bulan Maret diyakini menjadi titik tolak kembalinya Kulusevski. Sejak itu, perkembangan pemain asal Swedia tersebut berjalan positif, meski klub tetap berhati-hati di setiap tahap. Hingga saat ini, tidak ada tanggal pasti yang diberikan untuk kepulangannya ke lapangan hijau.
Dampak bagi Lini Serang Tottenham Musim Ini
Sikap hati-hati De Zerbi terhadap Kulusevski punya implikasi besar bagi rencana permainan Tottenham. Jika pemulihan berjalan sesuai harapan, Spurs akan mendapat tambahan kualitas yang signifikan di lini serang. Apalagi De Zerbi sendiri menyebut Kulusevski sebagai salah satu pemain terbaik di skuadnya.
Namun, ketiadaan target waktu yang pasti juga berarti klub harus menyiapkan alternatif di lini serang. Para penggemar Spurs tentu berharap pemain yang sempat menjadi andalan ini bisa kembali tampil dalam performa terbaiknya, bukan sekadar kembali lebih cepat. Pendekatan yang sabar ini sejalan dengan tren klub-klub elite yang semakin berhati-hati dalam menangani cedera pemain bintang.
Keputusan di Posisi Kiper: Kinsky dan Masa Depan Vicario
Selain masalah pemulihan Kulusevski, Tottenham juga dihadapkan pada pertanyaan besar soal posisi penjaga gawang. Guglielmo Vicario dikabarkan sedang mencari jalan keluar dari klub, sebuah spekulasi yang kian ramai menjelang musim baru. Situasi ini membuat De Zerbi harus mengambil keputusan penting di bawah mistar gawang.
Menanggapi kabar tersebut, De Zerbi sudah bergerak cepat dengan menentukan pilihan utamanya. Ia mengonfirmasi bahwa Antonin Kinsky akan menjadi kiper utama Tottenham untuk musim yang akan datang. Keputusan ini diambil setelah kedua kiper sama-sama mendapat kesempatan tampil selama pramusim.
“Kami mulai dengan Kinsky karena dia layak menjadi kiper pilihan pertama,” jelas De Zerbi. Ia juga menambahkan bahwa Kinsky adalah pemain dengan potensi besar yang matang dan punya kepribadian kuat. De Zerbi mengaku sangat percaya pada kualitas yang dimiliki kiper asal Ceko tersebut.
Keputusan De Zerbi untuk tidak terburu-buru memulangkan Kulusevski mencerminkan pendekatan yang matang dalam mengelola pemain setelah cedera panjang. Dengan proses pemulihan yang berjalan positif dan dukungan penuh dari pelatih, harapan besar tetap tersemat pada kembalinya salah satu pemain terbaik Spurs itu. Kini tinggal menunggu momen yang tepat bagi Kulusevski untuk kembali menghiasi lapangan hijau bersama Tottenham, sementara keputusan di posisi kiper sudah mengunci arah skuad musim ini.