Kabar buruk menimpa Timnas Spanyol menjelang babak gugur Piala Dunia 2026. Winger andalan mereka, Yeremy Pino, diduga mengalami patah tulang selangka (collarbone) setelah bertabrakan keras saat melawan Uruguay. Cedera yang diderita pemain Crystal Palace ini diprediksi akan membuatnya absen di sisa turnamen.
Kronologi Cedera Yeremy Pino di Laga Spanyol vs Uruguay
Insiden nahas terjadi pada menit-menit akhir pertandingan fase grup yang berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Spanyol, Sabtu lalu. Yeremy Pino yang baru masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-66, jatuh dengan posisi bahu kiri yang tidak wajar setelah berduel dengan pemain lawan. Rasa sakit yang luar biasa langsung terlihat di wajahnya.

Meski menderita cedera Yeremy Pino tetap bertahan di lapangan hingga peluit panjang berbunyi. Mengapa ia tidak ditarik keluar? Pelatih Luis de la Fuente sudah tak memiliki jatah pergantian pemain lagi. Spanyol telah menggunakan semua lima substitusi yang diizinkan, sehingga Pino terpaksa menahan sakit dan bermain hingga akhir laga. Sikap heroik ini menuai pujian dari rekan setim dan pelatih.
Diagnosis Awal: Patah Tulang Selangka
Pelatih kepala Luis de la Fuente mengakui bahwa kondisi pemain mudanya cukup mengkhawatirkan. “Sepertinya Yeremy mengalami patah tulang selangka,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga. “Besok mereka akan melakukan serangkaian tes untuk mengetahui seberapa parah cederanya.”
Jika diagnosis patah tulang selangka terbukti benar, maka Yeremy Pino dipastikan tidak akan bisa tampil lagi di Piala Dunia 2026. Proses penyembuhan cedera jenis ini biasanya memakan waktu beberapa minggu hingga bulan, yang berarti turnamen ini sudah berakhir baginya. Pino sendiri digambarkan sangat menderita, namun tetap berjuang demi tim—sebuah pengorbanan yang disebut De la Fuente sebagai “heroik”.
Dampak Cedera Pino bagi Skuad Spanyol
Kehilangan Yeremy Pino jelas menjadi pukulan telak bagi La Furia Roja. Pemain berusia 22 tahun ini dikenal dengan kecepatan, kreativitas, dan kemampuannya melewati lawan dari sisi sayap. Tanpa Pino, opsi serangan Spanyol di babak knockout menjadi semakin terbatas.
Untungnya, Spanyol berhasil lolos sebagai juara Grup H dengan raihan tujuh poin. Hasil ini membuat mereka melaju ke babak 32 besar—yang merupakan format baru turnamen—dan akan berhadapan dengan pemenang antara Austria atau Aljazair. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis depan di Los Angeles.
Peluang Pengganti di Skuad
Luis de la Fuente kini harus memutar otak untuk mencari pengganti. Beberapa nama seperti Dani Olmo atau Ferran Torres bisa menjadi opsi untuk mengisi posisi sayap. Namun, kehilangan pemain sekaliber Pino di momen krusial seperti ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Spanyol.
Kesimpulan: Pengorbanan yang Berujung Petaka
Cedera Yeremy Pino menjadi salah satu cerita pilu di Piala Dunia 2026. Semangat juangnya yang luar biasa—bermain dengan dugaan patah tulang—pantas diacungi jempol, namun harus dibayar mahal dengan kemungkinan absen total di sisa turnamen. Kini, Spanyol harus bangkit tanpa salah satu senjata andalannya dan berharap para pemain lain bisa tampil maksimal di babak gugur.








