Manajer Liverpool Andoni Iraola menegaskan bahwa dirinya menaruh kepercayaan “100%” kepada Florian Wirtz dan Bradley Barcola, kendati kedua pemain mahal itu belum tampil konsisten pada musim 2026-27. Ia menilai keduanya memang melewati laga bagus dan laga buruk, tetapi kualitas mereka tidak perlu diragukan. Pernyataan tersebut disampaikan Iraola menjelang pertemuan Liverpool dengan LASK di Liga Champions pada Rabu di Raiffeisen Arena.
Kepercayaan Iraola pada Wirtz dan Barcola menjadi sorotan karena Liverpool datang ke laga itu dengan modal yang campur aduk. Di satu sisi, timnya baru saja mengawali kiprah Eropa dengan kemenangan, tetapi di sisi lain mereka menelan kekalahan 3-0 dari Manchester City di Anfield. Kondisi itu membuat peran dua pemain serang bernilai besar tersebut semakin menjadi perhatian, terutama ketika tiga pemain kunci harus absen karena cedera.

Performa Wirtz dan Barcola yang Jadi Sorotan
Dalam laga melawan Manchester City, Wirtz tampil di bawah ekspektasi. Gelandang asal Jerman itu kehilangan bola sebanyak 17 kali, jumlah terbanyak di antara seluruh pemain yang turun di lapangan. Catatan tersebut menegaskan bahwa ia belum menemukan ritme permainan terbaiknya bersama Liverpool musim ini.
Barcola justru menunjukkan tanda-tanda perbaikan pada pertandingan yang sama. Ia mencatatkan jumlah dribel sukses terbanyak di timnya, yaitu empat kali, sekaligus memenangkan delapan duel, juga terbanyak di antara rekan-rekannya. Meski begitu, kontribusi nyatanya dalam bentuk gol dan assist masih menjadi persoalan tersendiri.
Secara keseluruhan, Barcola kini sudah melewati enam pertandingan di semua kompetisi tanpa terlibat dalam gol. Sementara itu, Wirtz baru mengumpulkan satu kontribusi gol dari tujuh penampilannya pada musim ini. Angka-angka tersebut menjelaskan mengapa performa keduanya menjadi bahan pembicaraan menjelang laga di Austria.
Kronologi Kekalahan 3-0 dari Manchester City
Kekalahan Liverpool dari Manchester City tidak berjalan seperti yang dibayangkan banyak pihak. Selama Gravenberch belum diusir keluar lapangan, tim asuhan Iraola tampil cukup berbahaya dan mampu menciptakan situasi-situasi mengancam. Namun, kartu merah yang diterima Ryan Gravenberch membalikkan jalannya pertandingan sepenuhnya.
Menariknya, ancaman Liverpool sebelum Gravenberch dikeluarkan justru datang dari Lewis Koumas dan Victor Munoz, bukan dari Wirtz maupun Barcola. Keduanya mampu memberi warna pada lini serang, sementara dua pemain mahal tadi belum menemukan momen terbaiknya. Fakta ini memperkuat kesan bahwa Liverpool masih mencari kombinasi yang tepat di lini depan.
Setelah bermain dengan sepuluh pemain, Liverpool kehilangan kendali atas pertandingan. Manchester City memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menutup laga dengan skor telak 3-0. Hasil tersebut menjadi pukulan tersendiri sebelum Liverpool bertandang ke markas LASK.
Dampak Absennya Gakpo, Isak, dan Szoboszlai
Liverpool dipastikan tampil tanpa tiga pemain penting di Austria. Cody Gakpo, Alexander Isak, dan Dominik Szoboszlai tidak masuk dalam daftar pemain yang dibawa, sehingga Iraola harus mencari solusi lain untuk menjaga produktivitas tim. Iraola pun mengakui bahwa susunan pemainnya kemungkinan besar akan mirip dengan tim yang kalah dari Manchester City.
Menurut Iraola, Gakpo, Isak, dan Szoboszlai menjadi pencetak gol terbanyak musim ini karena mereka mendapat menit bermain lebih banyak. Dengan absennya ketiga nama tersebut, Liverpool membutuhkan pemain lain untuk mengisi angka-angka yang hilang. Ia menegaskan bahwa timnya yakin memiliki pemain yang mampu mengisi posisi-posisi tersebut.
Iraola juga menjelaskan bahwa sebagian cedera terjadi saat pemain memperkuat tim nasional, sementara yang lain merupakan cedera dari pertandingan terakhir. Baginya, situasi ini menuntut kemampuan beradaptasi dengan keadaan. Ia menyebut Barcola dan Wirtz telah melewati laga bagus dan laga buruk musim ini, tetapi level mereka sudah diketahui dan ia yakin keduanya akan memberi penampilan yang baik.
Alasan Iraola Tetap Percaya: Fokus pada Proses, Bukan Angka
Iraola menilai tanggung jawab Wirtz dan Barcola sama besarnya dengan pemain senior lain di skuad. Menurutnya, performa keduanya juga tidak berbeda jauh dari rekan-rekan setim. Ia mengingatkan bahwa penilaian terhadap seorang pemain tidak seharusnya hanya bertumpu pada statistik semata.
Ia mengaku senang dengan banyak hal yang ditunjukkan Barcola pada laga terakhir. Liverpool dinilainya mampu menciptakan situasi bagus, hanya saja gagal menyelesaikannya menjadi gol. Karena itu, ia menegaskan bahwa Barcola dan Wirtz adalah pemain yang ia percayai sepenuhnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan pendekatan Iraola yang lebih menekankan proses ketimbang hasil instan. Ia tidak membebani dua pemain mahal itu dengan tuntutan berlebihan, melainkan mendorong mereka untuk terus berkembang dalam pola permainan tim. Dukungan semacam ini penting agar pemain baru bisa beradaptasi tanpa tekanan yang mengganggu kepercayaan diri.
Rekor Liverpool dan Tantangan Menghadapi LASK
Meski sedang dilanda masalah cedera, Liverpool memiliki catatan kuat di fase grup atau fase liga Liga Champions. Mereka memenangkan 25 dari 29 pertandingan terakhir di tahap tersebut, dengan empat kekalahan. Dalam rentang itu, hanya satu laga yang berakhir tanpa gol bagi Liverpool, yakni kekalahan 0-1 dari Galatasaray pada September 2025.
Kemenangan terakhir Liverpool di Liga Champions diraih dengan cara yang dramatis, yaitu membalikkan keadaan untuk mengalahkan Atletico Madrid 2-1. Modal itu menjadi bekal berharga sebelum menghadapi LASK, meski tim harus tampil tanpa tiga pemain kunci. Iraola sendiri menegaskan bahwa timnya ingin meraih kemenangan kedua di kompetisi ini setelah memetik kemenangan pertama.
LASK bukan lawan yang asing bagi Liverpool. Kedua tim pernah bertemu dua kali pada fase grup Liga Europa 2023-24, dan Liverpool menyapu keduanya dengan kemenangan 4-0 di kandang serta 3-1 saat tandang. Pertemuan kali ini jelas menjadi ujian berbeda karena berlangsung di kompetisi yang levelnya lebih tinggi.
Di level individu, Wirtz mencatatkan angka menarik pada matchday pertama Liga Champions musim ini. Tidak ada pemain yang melakukan tekanan intensitas tinggi lebih banyak darinya, yaitu 84 kali, setara dengan Umarali Rakhmonaliev. Gelandang Jerman itu juga mencatat tekanan intensitas tinggi terbanyak di area pertahanan lawan sepanjang putaran pembuka musim ini dengan 57 kali.
Barcola punya rekam jejak yang tidak bisa diremehkan di kompetisi ini. Pada kampanye Liga Champions musim lalu bersama Paris Saint-Germain, ia menyumbang dua gol dan empat assist. Keduanya kini berharap bisa bersinar saat Liverpool bertandang ke markas LASK, seperti yang terlihat dari unggahan akun resmi Liverpool yang mengabarkan bahwa tim telah mendarat di Linz pada 13 Oktober 2026.
Kesimpulan
Iraola tetap berdiri di belakang Wirtz dan Barcola meski keduanya belum menyumbang kontribusi gol yang signifikan pada musim 2026-27. Ia menilai statistik bukan satu-satunya ukuran, terutama ketika Liverpool harus bermain tanpa Gakpo, Isak, dan Szoboszlai yang masih dibekap cedera. Dukungan itu diberikan justru pada momen ketika tim paling membutuhkan kontribusi dari pemain-pemain mahal mereka.
Laga melawan LASK menjadi kesempatan bagi Wirtz dan Barcola untuk membalas kepercayaan yang diberikan. Dengan rekor kuat Liverpool di fase liga Liga Champions dan catatan pertemuan yang berpihak pada mereka, keduanya punya panggung yang tepat untuk membuktikan bahwa penilaian Iraola tidak keliru.








