Nuno Puas Comeback West Ham vs Millwall Berakhir 2-2

West Ham United harus puas berbagi angka dalam laga West Ham vs Millwall yang berakhir 2-2 di The Den. Sempat tertinggal dua gol di babak pertama, tim asuhan Nuno Espirito Santo bangkit lewat gol Mohamadou Kante dan Konstantinos Mavropanos sehingga pertandingan ditutup tanpa pemenang. Duel tersebut juga menjadi pertemuan pertama kedua rival lama itu sejak Februari 2012.

Meski mampu menghindari kekalahan, hasil ini tetap merugikan West Ham karena mereka harus rela kehilangan posisi puncak klasemen Championship. Nuno mengaku tidak sepenuhnya puas, terlebih karena timnya tampil buruk di 45 menit pertama. Kendati demikian, ia menilai kebangkitan anak asuhnya setelah turun minum sebagai modal penting untuk laga-laga berikutnya.

West Ham vs Millwall

Jalannya Laga West Ham vs Millwall: Comeback di Babak Kedua

Millwall membuka keunggulan pada menit ke-16 melalui Caleb Taylor, yang menyelesaikan bola di tiang belakang. Sebelumnya, Mads Hermansen sudah dua kali melakukan penyelamatan penting untuk menahan gempuran tuan rumah. Gol tersebut membuat West Ham harus bermain mengejar sejak awal dan mengubah cara mereka membangun serangan.

Keunggulan Millwall bertambah tepat di masa injury time babak pertama. Lemparan jauh Lyndon Dykes dikontrol oleh Camiel Neghli, yang lalu melepaskan tembakan ke tiang dekat gawang Hermansen. Skema lemparan jauh itu memang menjadi senjata Millwall sepanjang pertandingan dan diakui Nuno sebagai salah satu penyebab kesulitan timnya.

Nuno merespons dengan melakukan dua pergantian saat jeda, memasukkan Mohamadou Kante dan Pablo untuk menggantikan Kyle Walker-Peters dan Joel Piroe. Perubahan itu langsung terasa karena West Ham tampil lebih hidup di babak kedua. Pablo mengumpan kepada Kante, yang melepaskan tembakan keras dari jarak 25 yard dan bola bersarang di sudut kiri bawah gawang Millwall.

Sepuluh menit sebelum laga usai, Konstantinos Mavropanos menyamakan kedudukan lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Manor Solomon. Momentum West Ham kemudian buyar setelah Kante menerima kartu merah pada menit ke-89. Kante kehilangan bola dari Kyrell Lisbie lalu menjatuhkan pemain lawan dengan tantangan sebagai pemain terakhir, sehingga West Ham harus bertahan dengan 10 orang hingga peluit panjang. Millwall nyaris mencuri kemenangan, tetapi penyelesaian Dykes di menit-menit akhir hanya melenceng tipis dari gawang.

Rivalitas Lama dan Latar Belakang Pertemuan di The Den

Laga di The Den menjadi pertemuan pertama West Ham dan Millwall sejak Februari 2012. Ketika itu kedua tim bertemu di Championship dan West Ham keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1. Jeda yang panjang itu membuat duel bertajuk rivalitas lama ini terasa istimewa bagi kedua kubu.

Sebelum pertandingan ini, West Ham berada di posisi puncak klasemen Championship. Posisi tersebut membuat hasil imbang terasa merugikan karena mereka harus rela kehilangan tempat teratas. Millwall, yang tampil sebagai tuan rumah, memanfaatkan situasi itu dengan menekan sejak menit awal.

Nuno mengakui bahwa timnya sudah tahu akan menghadapi Millwall yang kuat secara fisik dan berbahaya dalam situasi lemparan ke dalam. Sayangnya, antisipasi itu tidak dijalankan dengan baik di lapangan. Akibatnya, West Ham harus menerima kenyataan tertinggal dua gol sebelum turun minum.

Respons Nuno Espirito Santo Setelah Laga

Dalam konferensi pers, Nuno tidak menutupi buruknya penampilan timnya di babak pertama. “Secara jelas, di babak pertama kami tidak bermain baik, kami tidak memulai dengan baik, kami tidak presisi, kami kehilangan bola, dan kami tidak mengatasi kekuatan fisik Millwall,” ujarnya. Ia menilai West Ham kesulitan mengimbangi intensitas dan agresivitas lawan sejak awal.

Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti efektivitas lemparan jauh Millwall yang berulang kali merepotkan lini belakangnya. “Mereka sangat bagus dan kuat; mereka memanfaatkan lemparan ke dalam, seperti hal yang sudah bisa kami lihat akan terjadi,” kata Nuno. “Mengecewakan di bagian itu, karena kami tahu apa yang akan kami hadapi, tetapi kami tidak melakukannya dengan baik.”

Meski begitu, Nuno menegaskan bahwa kebangkitan di babak kedua tetap layak diapresiasi. “Tapi jauh lebih baik di babak kedua, dan melihat bagaimana pertandingan berjalan, ini positif,” lanjutnya. “Bukan hasil yang kami inginkan, tetapi cara para pemain bereaksi setelah babak pertama yang buruk itu bagus dan positif.”

Soal kartu merah Kante, Nuno menilai keputusan wasit sudah tepat. “Dia masuk ke pertandingan dengan sangat baik, gol yang indah, tetapi kemudian melakukan kesalahan besar. Keputusan untuk mengeluarkannya sudah tepat agar tidak terjadi hal yang lebih tragis,” tuturnya. “Dia pemain yang masih sangat muda dengan banyak hal yang harus diperbaiki, dan kami punya banyak pemain seperti itu di skuad, jadi saya harap ini menjadi pelajaran untuk masa depannya.”

Dampak Kartu Merah Kante dan Puncak Klasemen yang Hilang

Kartu merah Kante sedikit menutupi penampilan impresifnya sebagai pemain pengganti. Ia tercatat sebagai pemain West Ham dengan tembakan tepat sasaran terbanyak (dua) sekaligus pencipta peluang terbanyak (dua) di laga ini. Kontribusi tersebut menunjukkan kualitasnya, tetapi kesalahan di menit ke-89 membuat timnya harus bermain dengan 10 pemain di sisa pertandingan.

Bagi West Ham, konsekuensi paling terasa adalah hilangnya posisi puncak klasemen Championship. Swansea City memanfaatkan momen itu dengan meraih kemenangan 2-1 di markas Lincoln City, sehingga mereka unggul dua poin atas The Hammers. Artinya, hasil imbang di The Den tidak hanya membuat West Ham kehilangan dua poin, tetapi juga mengubah peta persaingan di papan atas.

Peta Persaingan Championship: Swansea, Wrexham, dan Burnley

Kemenangan Swansea di Lincoln tidak datang dengan mudah. Reeco Hackett membawa Lincoln unggul lewat penalti pada menit ke-39, sebelum dua gol dalam rentang empat menit dari Moussa Yeo dan Stephen Eustaquio membalikkan keadaan. Hasil itu mengangkat Swansea ke puncak klasemen dan menggusur West Ham dari posisi teratas.

Di tempat lain, Wrexham meraih kemenangan kandang pertama mereka musim ini. Gol bunuh diri Keven Schlotterbeck pada menit ke-89 memastikan tim asuhan Phil Parkinson menang 2-1 atas Southampton. Tambahan tiga poin itu menjadi modal berharga bagi Wrexham yang berambisi memperbaiki posisi di klasemen.

Nasib berbeda dialami Burnley, yang kembali gagal meraih kemenangan liga pertama musim ini setelah ditahan Derby County 1-1. Gol penyama kedudukan Mohammed Fuseini di masa tambahan waktu membuat The Clarets tetap berada di dasar klasemen menjelang jeda internasional panjang.

Kesimpulan

Comeback West Ham vs Millwall menunjukkan karakter tim asuhan Nuno Espirito Santo, terutama setelah dua pergantian di babak kedua mengubah jalannya pertandingan. Namun, kartu merah Kante dan hilangnya posisi puncak klasemen menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi. Nuno sendiri berharap pengalaman pahit pemain mudanya itu menjadi pelajaran berharga.

Sementara itu, Millwall layak berbangga karena mampu menahan imbang salah satu tim teratas, terlebih setelah sempat unggul dua gol. Dengan Swansea kini memimpin dua poin, persaingan di papan atas Championship dipastikan semakin ketat selepas jeda internasional panjang. Duel antar-rival lama ini pun kembali membuktikan bahwa pertemuan West Ham dan Millwall selalu menyajikan laga yang ketat dan penuh tekanan.