Spalletti Yakin Kolo Muani dan Alajbegovic Bersinar

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, optimistis Kolo Muani dan Alajbegovic akan bersinar di musim ini. Keyakinan itu muncul setelah keduanya tampil menjanjikan saat Juventus menghadapi Inter dalam laga uji coba pramusim. Meski baru bermain di babak kedua, keduanya langsung menunjukkan tanda-tanda positif yang membuat Spalletti percaya diri.

Spalletti memasang Kerim Alajbegovic dan Randal Kolo Muani sejak turun minum pada laga persahabatan yang berakhir dengan kekalahan 2-1 dari Inter di Optus Stadium, Sabtu. Bagi Kolo Muani, penampilan ini sekaligus menjadi debut keduanya bersama Bianconeri. Kedua pemain baru itu sebenarnya masih belum dalam kondisi fisik prima, tetapi Spalletti tetap memberikan kepercayaan kepada mereka untuk bermain satu babak penuh.

Alajbegovic

Kekalahan Tipis dari Inter di Laga Uji Coba

Inter unggul lebih dulu berkat gol Federico Dimarco dan Andy Diouf yang membuat tim asuhan Cristian Chivu itu nyaman di depan dengan keunggulan dua gol. Juventus baru bisa memperkecil ketertinggalan lewat aksi Francisco Conceicao pada menit ke-85. Gol tersebut sempat membuat laga di Optus Stadium menjadi menarik kembali menjelang akhir pertandingan.

Juventus nyaris memaksakan hasil imbang di menit-menit akhir. Alajbegovic sempat berhadapan satu lawan satu dengan kiper Josep Martinez, tetapi penyelesaiannya masih mampu digagalkan. Sementara itu, Kolo Muani juga sempat meminta penalti setelah dianggap dilanggar oleh Leonardo Bovio, tetapi wasit memilih untuk mengabaikan permintaan tersebut pada masa injury time.

Kolo Muani dan Alajbegovic Tunjukkan Tanda Positif

Meski hanya tampil sekitar 45 menit, Kolo Muani dan Alajbegovic langsung menunjukkan kualitas yang bisa diandalkan Juventus musim ini. Kolo Muani mencatatkan statistik tertinggi di timnya dalam hal duel dengan tujuh kali, termasuk dua kemenangan duel udara dan tujuh sentuhan di kotak penalti lawan. Catatan tersebut menjadi bukti keberaniannya untuk tampil agresif di area berbahaya.

Alajbegovic sendiri tidak kalah menarik perhatian. Pemain muda itu berhasil menciptakan satu peluang dan melepaskan satu tembakan ke arah gawang. Ia juga beberapa kali tampil merepotkan pertahanan Inter lewat serangan balik cepat ketika Juventus tengah berupaya mengejar ketertinggalan di babak kedua.

Spalletti: Mereka Butuh Waktu untuk Kembali Pulih

Spalletti mengaku sudah memantau kedua pemain tersebut dengan cermat sebelum mereka resmi direkrut. Ia ingin memastikan bahwa keduanya benar-benar layak memperkuat Juventus. “Saya mengevaluasi dengan hati-hati sebelum mereka dikontrak, karena saya ingin melihat mereka secara langsung terlebih dahulu,” ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia.

Pelatih asal Italia itu juga mengungkapkan bahwa Alajbegovic sebenarnya sudah lama dipantau oleh direktur klub, Ricky Massara. Hal ini menjadi faktor yang membuatnya merasa tenang dalam mengambil keputusan. Namun, Spalletti juga mengakui bahwa ia mungkin terlalu memaksakan keduanya untuk langsung bermain di laga seberat melawan Inter.

“Mereka berdua perlu kembali berada dalam kondisi pertandingan, karena mereka baru bersama kami selama tiga hari. Jadi mungkin saya terlalu terburu-buru dengan meminta mereka bermain selama satu babak penuh,” tambah Spalletti. Dengan kondisi yang ada, ia pun sadar bahwa proses adaptasi kedua pemain ini membutuhkan kesabaran.

Pramusim Solid dan Target Menatap Musim Depan

Kekalahan dari Inter merupakan satu-satunya hasil buruk Juventus selama pramusim. Sebelumnya, tim asuhan Spalletti tercatat berhasil mengalahkan Chelsea, Nice, dan Standard Liege, serta bermain imbang tanpa gol melawan Basel. Hasil ini menjadi modal yang cukup menjanjikan jelang dimulainya musim kompetisi resmi.

Musim ini menjadi musim penuh pertama Juventus bersama Spalletti setelah sang pelatih membawa tim finis di peringkat keenam Serie A musim lalu. Hasil tersebut cukup untuk mengantarkan Juventus lolos ke Liga Europa. Namun, perlu dicatat bahwa ini merupakan kali kedua dalam empat musim terakhir Juventus gagal menembus empat besar, padahal sebelumnya mereka konsisten berada di posisi tersebut selama 11 musim beruntun.

Kesenjangan dengan Inter dan Proses yang Terus Berjalan

Pelatih Inter, Cristian Chivu, menilai Juventus tampil kuat dalam laga tersebut dan meyakini bahwa mereka akan menjalani musim yang baik. Namun, Spalletti sendiri lebih berhati-hati dengan menyebut bahwa masih ada kesenjangan kualitas yang cukup besar antara timnya dengan Inter, yang merupakan pemegang gelar Scudetto. Ia tidak ingin berlebihan dalam menilai performa anak asuhnya.

“Mereka adalah pemain-pemain kuat dengan level tinggi, jadi kami harus mencari cara untuk menemukan keseimbangan yang tepat dan menjadi sebuah tim,” jelas Spalletti. Ia menambahkan bahwa Inter menunjukkan permainan yang lebih kompak di babak pertama. “Itu adalah proses yang harus kami jalani; kami harus mengambil langkah maju ke depan,” pungkasnya.

Dengan dua rekrutan yang mulai menunjukkan potensi, Juventus masih punya waktu untuk terus membenahi diri menjelang musim resmi. Kombinasi Kolo Muani dan Alajbegovic yang mulai padu tentu menjadi modal berharga, terlebih jika keduanya sudah mencapai kebugaran penuh.

Spalletti dan stafnya kini tinggal menunggu proses adaptasi selesai. Pertanyaan besarnya adalah seberapa cepat keduanya mampu menyesuaikan diri dengan skema permainan yang diinginkan sang pelatih. Jika semua berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin Juventus akan tampil lebih kompetitif musim ini, baik di Serie A maupun ajang Liga Europa.