Women’s Super League (WSL) kembali menghadirkan pertandingan pada Minggu malam musim ini sebagai bagian dari perubahan besar strategi siaran. Langkah ini diambil setelah angka penonton pertandingan WSL musim lalu terbilang lesu dan kurang memuaskan bagi penyiar.
Enam Slot Waktu Baru untuk Siaran Langsung WSL
Berdasarkan informasi yang dihimpun The Guardian, WSL kini akan menawarkan enam slot waktu tayang berbeda kepada stasiun televisi setelah merilis jadwal musim 2026–2027 pada Kamis lalu. Perubahan ini cukup signifikan dibandingkan musim lalu, di mana mayoritas pertandingan yang disiarkan berlangsung di siang hari Sabtu dan Minggu.

Sky Sports – yang memegang hak siar langsung untuk 163 dari total 182 laga WSL – tetap mempertahankan slot Sabtu pukul 12.45 siang dan Minggu pukul 12.00 siang. Namun, mereka juga mendapatkan dua jam tayang baru secara reguler: Jumat pukul 19.00 dan Minggu pukul 18.00.
- Sky Sports: 163 laga, dengan slot baru Jumat malam dan Minggu sore/malam.
- BBC: 19 laga langsung, Sabtu pukul 12.30 dan Minggu pukul 14.30.
Alasan di Balik Perubahan Strategi WSL
Musim lalu, WSL menjadwalkan sebagian besar pertandingan pada hari Minggu siang. Akibatnya, beberapa laga yang disiarkan televisi bertabrakan pada jam yang sama, sehingga jumlah penonton untuk masing-masing laga menjadi terpecah. Hal ini dinilai kurang efektif dalam menarik audiens baru.
Oleh karena itu, WSL melakukan konsultasi panjang dengan mitra penyiar, klub, dan penggemar. Tujuannya adalah menciptakan jadwal yang bisa memaksimalkan penonton TV sekaligus kehadiran penonton di stadion. Hasilnya, slot Minggu malam yang sempat dihapus musim lalu karena kritik dari klub dan suporter akan kembali, namun dengan penyesuaian waktu.
Slot Minggu Malam: Antara Kepentingan Penyiaran dan Kehadiran Penonton
Slot Minggu malam dulu dihapus karena dianggap kurang populer di kalangan penggemar dan klub – angka kehadiran di stadion biasanya rendah. Namun, slot ini ternyata menjadi yang terbaik bagi Sky Sports pada musim 2024–2025, dengan rata-rata penonton mencapai 144.000 orang.
Untuk menyeimbangkan kepentingan yang berbeda, WSL mengambil langkah kompromi. Pertandingan Minggu malam kini akan dimajukan 45 menit menjadi pukul 18.00 (dengan beberapa penyesuaian agar tidak bentrok dengan laga Premier League pukul 16.30). Selain itu, WSL akan berusaha menempatkan partai derbi pada slot Minggu malam atau Jumat malam jika memungkinkan.
Masalah Rating yang Mendorong Perubahan
The Guardian sebelumnya melaporkan pada Desember lalu bahwa WSL sedang mempertimbangkan perubahan jam kick-off setelah Sky menyuarakan kekhawatiran terhadap angka penonton pertandingan siang hari. Contohnya, rata-rata penonton siaran langsung Arsenal vs Liverpool (kemenangan kandang Arsenal) pada bulan Desember hanya 59.000 pemirsa di Sky. Angka ini bahkan lebih rendah dari 71.000 pemirsa yang menonton Arsenal vs Chelsea di slot yang sama sebulan sebelumnya.
Selain kesulitan menarik penonton kasual, kebijakan menjadwalkan hingga empat pertandingan dari enam laga dalam satu pekan pada jam yang sama juga tidak populer di kalangan penggemar setia WSL. Mereka tidak bisa menonton beberapa pertandingan secara langsung secara bersamaan.
Peran Besar Sky dalam Penyiaran WSL
Sky membayar sebagian besar dari total kesepakatan hak siar senilai £65 juta yang digabung dengan BBC. BBC diperkirakan hanya menyumbang sekitar £8 juta dalam biaya hak siar. Dengan kontribusi finansial yang besar tersebut, Sky memiliki pengaruh signifikan dalam penentuan jadwal, meskipun WSL tetap melakukan konsultasi luas dengan semua pihak.
Harapan untuk Musim Depan
Dengan adanya perubahan jadwal ini, WSL berharap dapat meningkatkan jumlah penonton televisi dan juga kehadiran di stadion. Penyebaran pertandingan ke berbagai slot waktu – termasuk Jumat malam, Sabtu siang, Minggu siang, dan Minggu malam – diharapkan memberikan pengalaman lebih baik bagi penggemar, baik yang menonton di rumah maupun yang datang langsung ke stadion.
Secara keseluruhan, strategi baru WSL musim ini menunjukkan bahwa liga berusaha keras menyeimbangkan kebutuhan komersial penyiar dengan kenyamanan suporter. Keberhasilan langkah ini akan terlihat dari angka penonton dan atmosfer pertandingan di musim mendatang.