Enzo Maresca dan Tantangan Mempertahankan Rodri
Ketika Khaldoon al-Mubarak menyambut Enzo Maresca sebagai manajer baru Manchester City dengan ucapan “selamat datang di rumah”, semua mata kini tertuju pada sang pelatih asal Italia. Tugas Maresca bukan sekadar melanjutkan warisan gemilang Pep Guardiola yang telah mengoleksi 20 trofi dalam satu dekade, tetapi juga memastikan kontrak tiga tahunnya tidak berakhir lebih awal. Di balik ambisi besar itu, satu faktor disebut-sebut menjadi penentu utama: mempertahankan Rodri.
Gelandang bertahan asal Spanyol itu adalah nyawa permainan City. Enzo Maresca sendiri pernah menjadi asisten Guardiola saat tim meraih treble musim 2022-23, dan ia sangat paham betapa sulit menggantikan peran Rodri di lini tengah. Namun, Real Madrid dipastikan akan melayangkan tawaran untuk pemain berusia 30 tahun yang baru saja membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026 sekaligus meraih Golden Ball tersebut.

Mengapa Rodri Begitu Vital bagi City?
Rekor membuktikan betapa pentingnya Rodri. Sepanjang periode Februari 2023 hingga Mei 2024, City tak terkalahkan dalam 74 pertandingan saat ia bermain. Ia juga menjadi pencetak gol kemenangan di final Liga Champions 2023 melawan Inter Milan. Guardiola sendiri pernah berkata, “Dia luar biasa, tak tergantikan. Gelandang terbaik di dunia, jauh di atas yang lain.”
Prestasi Rodri tidak berhenti di level klub. Ia menjadi bagian dari sukses Spanyol di Euro 2024, Piala Dunia 2026, dan Piala Dunia Antarklub 2023—di mana ia selalu dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Sayangnya, cedera yang menghantuinya di dua musim sebelumnya membuat City gagal meraih gelar Premier League, menghentikan rekor empat gelar beruntun mereka.
Kemampuan Rodri dalam mengendalikan tempo pertandingan, seperti yang ia tunjukkan saat membungkam Prancis di semifinal Piala Dunia, adalah aset langka. Tanpa dia, lini tengah City kehilangan keseimbangan dan ketenangan. Inilah sebabnya Rodri kunci sukses Manchester City di era baru Maresca.
Ancaman Real Madrid dan Sikap Rodri
Real Madrid, yang awalnya enggan merekrut Rodri, kini berubah pikiran setelah penampilan gemilangnya di Piala Dunia. Apalagi dengan kembalinya José Mourinho sebagai pelatih kepala, kebutuhan akan ketenangan dan keanggunan Rodri semakin mendesak. Rodri sendiri pernah berkata pada Maret lalu, “Bermain untuk Atlético Madrid sebelumnya tidak akan menghalangi saya bermain untuk Real Madrid. Banyak pemain telah melakukannya. Anda tidak bisa menolak salah satu klub terbaik dunia.”
Meski City bersikeras tidak ingin menjual dan berusaha menawarkan kontrak baru, keinginan Rodri untuk kembali ke Spanyol dan bermain di Bernabéu menjadi ancaman serius. Bahkan boikot Real Madrid terhadap upacara Ballon d’Or-nya pada November 2024 tidak menyurutkan minat sang pemain.
Upaya City dan Perbandingan dengan Era Ferguson
City telah menggelontorkan dana sebesar £116 juta untuk merekrut Elliot Anderson, gelandang utama timnas Inggris. Mereka juga dikaitkan dengan Ayyoub Bouaddi dari Lille yang diperkirakan berharga £85 juta. Namun, baik Anderson, Bouaddi, Tijjani Reijnders, Mateo Kovacic, maupun Nico González tidak bisa menyamai level Rodri yang mungkin akan meraih Ballon d’Or kedua setelah performa Piala Dunianya.
Maresca memiliki rekam jejak yang baik: memenangkan Championship bersama Leicester, membawa Chelsea ke posisi empat Premier League, dan sukses meraih trofi Conference League serta Piala Dunia Antarklub dengan kemenangan 3-0 atas PSG. Meski begitu, ia sadar bahwa mengikuti jejak legenda seperti Guardiola sangat berbahaya—ia mengibaratkannya dengan nasib David Moyes setelah Sir Alex Ferguson. Untungnya, Maresca sudah berpengalaman dengan tekanan di Chelsea dan akrab dengan struktur City, berbeda dengan Moyes yang baru pertama kali menangani klub elite.
Apakah City Bisa Sukses Tanpa Rodri?
City masih punya lima pekan di bursa transfer untuk membujuk Rodri agar bertahan. Guardiola selalu membiarkan pemain yang ingin pergi, karena tidak ada gunanya mempertahankan karyawan yang tidak bahagia. Namun, keputusan ini bisa menjadi bumerang. Jika Rodri hengkang, Maresca harus merombak total taktik dan mungkin akan kehilangan keunggulan kompetitif di Premier League maupun Liga Champions.
Pada akhirnya, kata “pertahankan Rodri” bukan sekadar slogan. Ini adalah strategi terpenting Maresca untuk membuktikan bahwa ia bisa sukses setelah era Guardiola. Tanpa Rodri, City mungkin masih tangguh, tetapi kehilangan elemen kunci yang membuat mereka begitu dominan. Masa depan Manchester City benar-benar bergantung pada apakah sang gelandang memilih setia atau pulang ke tanah kelahirannya.