Stephen Warnock Takut Dilepas Liverpool karena Kejang

Stephen Warnock, mantan pesepakbola Premier League yang kini bekerja sebagai pundit untuk 5 Live, mengungkap bahwa ia menyembunyikan serangan kejang saat masih muda di Liverpool. Ia takut klub mengetahui kondisinya dan memutuskan melepasnya dari akademi. Pengakuan ini menjadi kali pertama Warnock membicarakan pengalaman tersebut secara terbuka.

Warnock, 44 tahun, memulai karier di akademi Liverpool dan mencatat 67 penampilan untuk klub itu. Setelah meninggalkan Anfield, ia memperkuat Blackburn Rovers, Aston Villa, dan Leeds United sebelum pensiun pada 2018. Kisahnya muncul dalam respons terhadap wawancara bersama gelandang Hull City, Matt Crooks, yang hidup dengan epilepsi.

Stephen Warnock

Pengakuan Pertama Stephen Warnock di 5 Live

Dalam wawancara di 5 Live, Stephen Warnock membuka cerita tentang serangan kejang yang pernah dialaminya saat masih di Liverpool. Ia mengatakan mengalami beberapa kali kejang ketika berada di Anfield sebelum akhirnya kondisi itu membaik seiring bertambahnya usia. Pengakuan ini disampaikan untuk pertama kalinya dan menjadi bagian dari respons atas wawancara Matt Crooks, gelandang Hull City yang memiliki epilepsi.

Warnock mengaku sangat takut memberi tahu Liverpool karena khawatir dianggap memiliki kondisi medis yang membuatnya dilepas. Ia membayangkan klub akan berpikir bahwa keberadaan serangan kejang menjadi alasan untuk mengakhiri kariernya di akademi. Kekhawatiran itu membuatnya memilih tidak membicarakannya.

Menurut Warnock, tidak ada pemicu yang jelas untuk serangan kejang yang dialaminya. Ia tidak pernah mengetahui apa yang memicunya, dan ketidakpastian itu justru membuatnya semakin takut. Ia juga khawatir serangan terjadi saat berada di lapangan, tepat ketika ia sedang berusaha menunjukkan kemampuan di Liverpool.

Kejang Pertama Muncul saat di Sekolah

Warnock pertama kali mengalami serangan kejang ketika masih di sekolah. Ia mengingat sedang berada di depan komputer, lalu terbangun di rumah sakit tanpa tahu bagaimana bisa sampai di sana. Ia sama sekali tidak mengingat kejadian tersebut karena kehilangan kesadaran.

Teman-temannya memberi tahu bahwa ia mulai mengalami kejang sehingga ambulans dipanggil dan membawanya ke rumah sakit. Warnock mengaku merasa malu karena tidak ada orang lain di sekitarnya yang mengalami hal serupa. Saat itu ia juga tidak memahami apa yang terjadi pada dirinya sampai peristiwa tersebut benar-benar dialami.

Setelah mengalami kejang lagi di rumah, Warnock dikirim untuk menjalani CT scan dan MRI. Ia menuturkan kondisi itu berlangsung sekitar tiga tahun. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memahami apa yang terjadi pada dirinya.

Dampak pada Karier dan Kesehatan Mental

Kisah Stephen Warnock menunjukkan bagaimana ketakutan kehilangan tempat di akademi bisa membuat pemain muda menutupi masalah kesehatan. Di lingkungan kompetitif, pemain merasa harus tampil sempurna agar tidak dianggap lemah atau berisiko. Tekanan seperti ini bisa membuat mereka menunda mencari bantuan, meski kondisi kesehatan sebenarnya perlu ditangani.

Bagi Warnock, menyembunyikan serangan kejang bukan berarti kondisinya ringan. Ia tetap menjalani pemeriksaan dan mengalami ketidakpastian karena tidak tahu kapan serangan bisa muncul. Pengalaman itu memperlihatkan bahwa masalah kesehatan di sepak bola tidak selalu terlihat dari luar, terutama ketika pemain memilih diam.

Pengakuan ini juga menyoroti pentingnya lingkungan yang aman bagi pemain untuk berbicara tentang kesehatan. Ketika rasa takut dilepas lebih besar daripada keinginan mencari pertolongan, masalah medis bisa terbengkalai. Pembicaraan terbuka seperti yang dilakukan Warnock dapat membantu mengurangi rasa malu yang sering menyertai kondisi kesehatan tertentu.

Apa Itu Epilepsi dan Mengapa Penting Dibicarakan

Epilepsi adalah kondisi otak yang memengaruhi sekitar satu dari 100 orang di Inggris. Menurut badan amal Epilepsy Action, epilepsi pada anak sering kali diketahui ketika anak mengalami satu atau lebih serangan kejang. Definisi ini penting karena kejang tidak selalu mudah dikenali oleh orang di sekitar penderita.

Obat-obatan dapat mengurangi atau mencegah serangan kejang epilepsi, tetapi penggunaannya perlu dikelola dengan hati-hati. Pengelolaan yang tepat membantu penderita menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman. Karena itu, keterbukaan tentang gejala dan riwayat kejang menjadi langkah penting dalam mendapatkan penanganan yang sesuai.

Dalam konteks sepak bola, pemahaman tentang epilepsi dan serangan kejang dapat membantu klub, pelatih, dan rekan setim merespons dengan tepat. Kesadaran yang lebih baik juga bisa mengurangi stigma yang membuat pemain yang mengalami kondisi serupa merasa terpaksa menyembunyikannya. Pembicaraan publik menjadi salah satu cara untuk membuka ruang diskusi yang lebih sehat.

Warnock Tetap Waspada meski Sudah Lama Bebas Kejang

Warnock pensiun dari sepak bola pada 2018 dan mengatakan tidak mengalami kejang sejak berusia 14 tahun. Meski demikian, ia masih mengkhawatirkan kemungkinan serangan itu muncul kembali. Ia menyebut dirinya berada dalam posisi beruntung karena kondisi tersebut membaik tanpa harus menjalani pengobatan.

Ia bersyukur tidak perlu mengonsumsi obat atau mengkhawatirkan hal-hal seperti mengemudi akibat kondisi tersebut. Namun, pengalaman masa muda tetap membekas dan membuatnya waspada. Pengakuan ini menjadi penanda bahwa dampak masalah kesehatan bisa bertahan lama meski gejala sudah tidak muncul.

Kisah Stephen Warnock memperlihatkan bahwa rasa takut kehilangan kesempatan di Liverpool pernah membuatnya menyembunyikan serangan kejang. Ia mengalami kejang pertama di sekolah, menjalani pemeriksaan, dan akhirnya berhasil melewati kondisi tersebut tanpa pengobatan. Namun, pengalaman itu tetap meninggalkan kekhawatiran bahkan setelah ia pensiun.

Pengakuan Warnock menambah gambaran tentang tekanan yang dihadapi pemain muda ketika berhadapan dengan masalah kesehatan. Keterbukaan tentang kejang dan epilepsi penting agar penanganan tidak tertunda dan stigma bisa dikurangi. Dengan berbagi cerita, ia membantu membuka percakapan yang lebih luas tentang kesehatan di dunia sepak bola.