8 Kekalahan Beruntun Seattle Sounders Bikin Frustrasi

Seattle Sounders menelan kekalahan beruntun kedelapan di Major League Soccer (MLS) musim ini setelah takluk 2-1 dari Austin FC di Lumen Field pada pertandingan tengah pekan kemarin. Dua gol Austin FC yang dicetak Facundo Torres dan Guilherme Biro sudah cukup untuk memastikan tiga poin bagi tim tamu. Adapun gol Stuart Hawkins di menit ke-90 hanya menjadi hiburan semata bagi tuan rumah.

Rentetan hasil buruk ini jelas membuat pelatih Brian Schmetzer frustrasi. Pasalnya, kekalahan beruntun Seattle Sounders ini sudah dimulai sejak sebelum jeda Piala Dunia. Kini tim berjuluk Rave Green itu terpuruk ke posisi ke-12 klasemen Wilayah Barat MLS.

Seattle Sounders

Kekalahan Kedelapan Beruntun dari Austin FC

Dalam laga yang berlangsung ketat tersebut, Seattle sebenarnya tampil cukup dominan dari segi peluang. Mereka melepaskan 19 tembakan berbanding 12 milik Austin FC. Ekspektasi gol (xG) mereka juga lebih tinggi, yakni 1,27 berbanding 1,18 untuk tim tamu. Namun, ketajaman di depan gawang justru menjadi pembeda, dan Austin FC mampu mengonversi peluang mereka menjadi dua gol.

Facundo Torres membuka keunggulan Austin FC sebelum Guilherme Biro menggandakan skor untuk membuat Seattle tertinggal dua gol lebih dulu. Stuart Hawkins sempat memberikan secercah harapan lewat golnya di pengujung laga, tetapi itu tidak cukup untuk menyelamatkan Seattle dari kekalahan. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi tim yang sebenarnya punya banyak peluang untuk mencetak gol lebih dulu.

Schmetzer sendiri mengaku tidak peduli dengan statistik yang menunjukkan timnya lebih unggul dalam berbagai aspek permainan. Baginya, yang terpenting adalah hasil akhir. Sekali lagi, Seattle gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri.

Schmetzer Akui Timnya Sedang Terpuruk

Pelatih asal Amerika Serikat itu tidak berusaha menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya menelan kekalahan keempat di kandang selama rentetan negatif ini. Dalam pernyataannya, dia menegaskan bahwa tidak ada satu pun hal positif yang bisa diambil dari pertandingan melawan Austin FC. Meskipun statistik menunjukkan performa yang tidak terlalu buruk, hasil akhir tetap menjadi yang utama.

“Tidak ada,” jawab Schmetzer ketika ditanya apa yang bisa diambil dari pertandingan terakhir Seattle. “Maksudku, kami mencari banyak hal positif, tetapi kenyataannya ini kekalahan lagi. Kenyataannya ini delapan kekalahan beruntun. Empat di kandang. Tidak ada hal positif di sini. Kalian bisa bilang kami punya ekspektasi gol lebih tinggi dari lawan, lebih banyak tembakan, penguasaan bola.”

“Tetapi saat ini, saya benar-benar tidak peduli. Rasanya sangat, sangat frustrasi karena kami tidak bisa mencetak gol pertama. Saya yakin jika kami bisa melakukannya, hasil akhir pertandingan akan sangat berbeda,” tambah Schmetzer.

Tantangan Berat Menanti di Kandang FC Cincinnati

Kabar buruknya, jadwal Seattle ke depan tidak akan semakin mudah. Mereka dijadwalkan bertandang ke TQL Stadium untuk menghadapi FC Cincinnati, yang datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan dramatis atas New York City FC di pertengahan pekan. Cincinnati berhasil memenangkan laga tersebut lewat gol Evander di menit ke-91.

Dalam laga itu, Luighi sempat menyamakan kedudukan untuk membalas gol pembuka Kenji Mboma Dem. Namun, Evander tampil sebagai pahlawan dengan gol kemenangannya di masa injury time. Hasil itu membuat Cincinnati tetap berada dalam persaingan ketat di papan atas Wilayah Timur, hanya tertinggal tiga poin dari New England Revolution yang menghuni posisi empat besar.

Pelatih Cincinnati, Pat Noonan, menegaskan betapa krusialnya tiga poin tersebut. “Ini pertama kalinya sebelum pertandingan kami berbicara tentang posisi kami di klasemen. Masih banyak yang bisa diperjuangkan, tetapi mereka tertinggal satu poin di belakang kami sebelum laga. Saya ingin menegaskan betapa pentingnya meraih tiga poin di kandang,” ujar Noonan.

“Tentu saja, hasilnya bagus, terutama di akhir pertandingan. Perbedaan perasaan adalah beberapa penyelamatan di satu sisi dan Evander yang menjadi dirinya sendiri di sisi lain,” tambahnya.

Evander dan Rusnak Jadi Sorotan Utama

Evander menjadi pemain kunci yang patut diwaspadai Seattle. Gelandang asal Brasil itu mencetak gol kemenangan di masa injury time melawan NYCFC. Ini merupakan gol penentu kemenangannya yang ke-14 di laga reguler MLS sejak debutnya pada 2023.

Catatan tersebut menyamai Lionel Messi dari Inter Miami dan hanya kalah dari Denis Bouanga milik Los Angeles FC. Bouanga sudah mengoleksi 23 gol penentu kemenangan dalam periode yang sama. Evander jelas menjadi ancaman terbesar bagi lini pertahanan Seattle pada laga nanti.

Di kubu Seattle, Albert Rusnak juga mencatatkan pencapaian pribadi yang istimewa. Gelandang asal Slovakia itu menorehkan kontribusi golnya yang ke-150 di laga reguler MLS, dengan rincian 73 gol dan 77 assist, pada pertandingan melawan Austin FC. Ia menjadi pemain ke-19 yang mencapai milestone tersebut.

Rusnak juga menjadi pemain kedua dalam sejarah MLS yang mencatatkan 70 kontribusi gol untuk dua klub berbeda. Ia mengoleksi 80 kontribusi gol untuk Real Salt Lake dan 70 untuk Seattle Sounders. Pencapaian ini menunjukkan konsistensi Rusnak sebagai salah satu gelandang paling produktif di liga.

Prediksi Pertandingan: Peluang Kemenangan Cincinnati

Laga antara Cincinnati dan Seattle nanti akan menjadi pertemuan keempat mereka sepanjang sejarah, sekaligus yang pertama sejak Maret 2023. Dari tiga pertemuan sebelumnya, masing-masing tim pernah meraih kemenangan kandang, termasuk kemenangan 1-0 Cincinnati di kandang sendiri pada Maret 2023. Satu laga lainnya berakhir imbang di Seattle.

Cincinnati jelas datang dengan modal yang lebih baik. Mereka berhasil memenangkan empat pertandingan kandang beruntun di laga reguler, yang merupakan rentetan kemenangan kandang terpanjang kedua mereka. Sebelumnya, mereka pernah mencatatkan sepuluh kemenangan beruntun di kandang pada Februari hingga Juni 2023.

Sementara itu, Seattle berusaha mengakhiri tren negatif yang sudah berlangsung lama. Menariknya, hanya ada satu tim di era pasca adu penalti (sejak 2000) yang berhasil mencapai babak playoff meskipun menelan delapan kekalahan atau lebih beruntun dalam satu musim. Tim tersebut adalah New England Revolution pada 2014, yang bahkan sukses menembus final MLS Cup.

Harapan itu tentu masih ada bagi Seattle, meskipun jalan menuju playoff akan sangat berat. Berdasarkan probabilitas dari Opta, FC Cincinnati menjadi favorit utama pada laga ini. Berikut rincian peluang kemenangan kedua tim:

  • FC Cincinnati: 51,4 persen
  • Hasil imbang: 22,3 persen
  • Seattle Sounders: 26,3 persen

Angka-angka ini semakin menegaskan betapa beratnya tantangan yang harus dihadapi Schmetzer dan anak asuhnya. Seattle memang masih punya peluang, tetapi hanya jika mereka mampu tampil jauh lebih baik dari delapan laga sebelumnya. Konsistensi di lini serang dan pertahanan menjadi kunci utama untuk bisa keluar dari krisis ini.

Krisis Seattle Sounders Wajib Segera Diakhiri

Rentetan delapan kekalahan beruntun jelas menjadi krisis terbesar bagi Seattle Sounders dalam beberapa musim terakhir. Jadwal melawan FC Cincinnati yang sedang dalam performa impresif akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Schmetzer. Ia harus segera menemukan solusi untuk menghentikan tren negatif ini sebelum timnya semakin terpuruk di klasemen Wilayah Barat.

Namun, sepak bola selalu menyediakan ruang untuk kebangkitan. Jika Seattle mampu memperbaiki ketajaman di depan gawang dan memanfaatkan peluang yang ada, bukan tidak mungkin mereka bisa mencuri poin di kandang Cincinnati. Memutus rangkaian hasil buruk yang sudah berlangsung terlalu lama tentu menjadi prioritas utama mereka saat ini.