Maguire Yakin Manchester United Bisa Juara Premier League

Manchester United Juara Premier League: Keyakinan yang Kian Menguat

Harry Maguire menegaskan bahwa peluang Manchester United juara Premier League musim ini benar-benar terbuka lebar di bawah arahan Michael Carrick. Bek berusia 33 tahun itu percaya skuad asuhannya mampu bersaing di papan atas setelah menunjukkan performa impresif pada paruh kedua musim lalu. “Semua orang ingin memenangkan Premier League, tentu itu akan menjadi tujuan kami, itulah yang dituntut klub ini,” ujarnya.

Maguire juga menekankan bahwa timnya yakin mampu bersaing dengan siapa pun ketika berada dalam performa terbaik. Ia menyebut musim ini akan menjadi musim yang menarik untuk dinantikan. “Kami punya keyakinan bahwa kami bisa sangat kompetitif, dan kami bisa mengalahkan siapa pun pada hari kami,” tambahnya.

Maguire

Perjalanan Panjang dan Penuh Pasang Surut Harry Maguire

Maguire tengah memasuki musim kedelapannya di Old Trafford. Selama delapan tahun berkarier di Manchester United, ia lebih sering mengalami momen rendah ketimbang momen manis. Prestasinya baru dua trofi, yakni EFL Cup dan FA Cup, plus dua kali menjadi runner-up di Liga Europa.

Perjalanan Maguire di United tidak selalu mulus. Ia sempat kehilangan tempat di skuad utama saat Erik ten Hag memegang kendali, sebelum akhirnya dikembalikan ke starting line-up oleh Ruben Amorim. Pada akhir musim lalu, ia justru tampil gemilang di bawah asuhan Carrick setelah kembali ke klub pada Januari pasca ditinggal Amorim.

Kebangkitan United di Bawah Carrick yang Mengubah Segalanya

Sejak kembali pada Januari, tidak ada tim di Premier League yang mampu mengungguli United dalam hal jumlah kemenangan sekaligus produktivitas gol. United memenangkan 12 pertandingan, jumlah terbanyak di liga, dan mencetak 33 gol, yang juga tertinggi. Catatan impresif itu membawa United finis ketiga di klasemen dan memastikan tiket kembali ke Liga Champions.

Maguire menilai pencapaian tersebut belum cukup untuk membuat tim berpuas diri. Ia mengingatkan bahwa United sempat kalah di final Liga Europa dan finis ke-15, lalu bangkit menjadi finis ketiga. “Kalah di final Liga Europa, dari finis ke-15 menjadi finis ketiga dan membawa klub kembali ke Liga Champions—itu musim yang bagus, tapi kami tidak bisa berhenti di sini,” ujarnya.

Statistik sepanjang 2026 membuktikan bahwa United memang layak diperhitungkan. Mereka menjadi tim dengan perolehan poin terbanyak di Premier League, yaitu 41 poin. United juga mencatatkan 12 kemenangan, sejajar dengan Arsenal, dan mencetak 36 gol, terbanyak di liga, sementara hanya Bournemouth yang mencatat kekalahan lebih sedikit, yakni satu, dibandingkan United yang dua kali kalah dalam kalender tahun ini.

Hull City: Lawan Perdana yang Sedang Berbenah Total

United akan memulai musim dengan bertandang ke MKM Stadium menghadapi Hull City yang baru promosi. Hull bersiap menjalani musim perdananya di kasta tertinggi sejak 2016-17 dan berusaha keras bertahan dengan belanja pemain besar-besaran. Sejauh ini The Tigers telah mendatangkan 11 wajah baru, termasuk bek sayap Nobel Mendy dan kiper Konstantinos Tzolakis. Menjelang laga, akun resmi Manchester United bahkan mengunggah “Three more sleeps” alias tiga kali tidur lagi sebagai hitung mundur menuju pertandingan.

Pelatih Sergej Jakirovic masih ingin menambah kekuatan sebelum bursa transfer ditutup. Salah satu target yang sempat dikaitkan dengan klub adalah gelandang Everton, Tim Iroegbunam. Namun, cedera yang diderita Iroegbunam di laga pramusim membuat proses transfernya menjadi tidak pasti.

Jakirovic membenarkan bahwa kesepakatan antara Everton dan pemain sebenarnya sudah tercapai sebelum cedera datang. Iroegbunam mengalami cedera abduktor pada pertandingan terakhir yang membuatnya harus menepi minimal enam minggu. “Mungkin kami akan mengambil pemain lain karena kami butuh pemain sekarang. Kami tidak punya waktu. Kami lihat saja, tapi yang saya inginkan sekarang adalah pemain baru di posisi ini,” ucap Jakirovic.

Dua Pemain Kunci yang Wajib Diwaspadai di Laga Pembuka

Menjelang laga pembuka, ada dua pemain yang layak menjadi sorotan utama. Dari kubu Hull City, ada rekrutan anyar yang tampil menonjol di liga top Spanyol. Sementara dari kubu Manchester United, ada sang kapten yang sedang berada di puncak performa.

Nobel Mendy: Bek Kiri Baru Hull yang Tangguh di Udara

Hull dua kali memecahkan rekor transfer klub pada musim panas ini, dan salah satunya digunakan untuk mendatangkan Mendy dari Rayo Vallecano. Bek kiri tersebut tampil impresif di LaLiga musim lalu, termasuk memenangkan 41 duel udara, terbanyak kedua di skuad Vallecano. Ia juga mencatatkan 163 sapuan bersih di semua kompetisi, hanya kalah dari Florian Lejeune yang mengoleksi 316 sapuan.

Bruno Fernandes: Pencetak Rekor Assist Premier League

Di kubu United, Bruno Fernandes menjadi pemain yang wajib diwaspadai setelah memecahkan rekor assist terbanyak dalam satu musim Premier League dengan 21 assist. Ia juga menyumbang sembilan gol sehingga total keterlibatannya dalam gol mencapai 30 pada musim lalu. Dengan begitu, Fernandes menjadi pemain United pertama yang terlibat dalam 30+ gol di dua musim Premier League berbeda, setelah sebelumnya melakukannya pada 2020-21.

Prediksi Laga: Rekor United vs Rentannya Hull di Premier League

Secara statistik, United memiliki rekor yang sangat kuat saat menghadapi tim promosi di laga perdana musim. Mereka tidak pernah kalah dalam pertandingan top-flight pertama musim melawan tim yang baru naik kasta, dengan catatan sembilan menang dan tiga seri. Terakhir kali situasi serupa terjadi pada 2010-11, ketika United menang 3-0 atas Newcastle United.

Meski demikian, ada satu catatan yang perlu diingat. Musim lalu United justru tumbang 0-1 dari Arsenal di laga pembuka Premier League. Terakhir kali mereka kalah beruntun di laga pembuka liga terjadi pada 1972-73 dan 1973-74, dan pada musim kedua dari rentetan tersebut United justru terdegradasi.

Di sisi lain, Hull sama sekali belum pernah menang dalam 10 pertemuan Premier League melawan United, dengan dua seri dan delapan kekalahan. Catatan tersebut sejajar dengan rekor buruk Hull saat menghadapi Chelsea. Pada musim Premier League terakhirnya pada 2016-17, Hull bahkan menjadi tim dengan kebobolan terbanyak, yaitu 80 gol, dan kalah di tiga laga terakhir dengan agregat 13-1.

Perjalanan Hull menuju Premier League musim ini pun tidak didukung catatan statistik yang meyakinkan. Mereka promosi lewat play-off meski mencatatkan jumlah tembakan paling sedikit kelima (515), tembakan yang dihadapi terbanyak ketiga (681), dan selisih expected goals (xG) terendah kedua (-20,6) dari 24 tim di musim reguler Championship. Menghadapi United yang sedang percaya diri, peluang The Tigers untuk mengejutkan dinilai tipis.

Berdasarkan hitungan Opta, peluang Hull memenangkan laga ini hanya 12,9 persen. Adapun peluang hasil imbang tercatat 19 persen, sedangkan Manchester United diunggulkan dengan probabilitas 68,1 persen. Angka-angka ini kian memperkuat prediksi bahwa tiga poin akan menjadi milik tim tamu.

Dengan segala keunggulan statistik dan momentum positif, Manchester United jelas diunggulkan dalam laga pembuka ini. Namun, Hull City yang tampil tanpa beban dan sedang bersemangat setelah promosi bisa menjadi lawan yang merepotkan. Terlebih, laga tandang di pekan pertama selalu memiliki tingkat kesulitan tersendiri bagi tim mana pun.

Terlepas dari hasil laga nanti, pernyataan Maguire telah menegaskan arah ambisi United pada musim ini. Target Manchester United juara Premier League bukan lagi sekadar wacana, melainkan keyakinan yang dipegang teguh oleh para pemainnya. Kini tinggal bagaimana mereka membuktikan keyakinan tersebut di lapangan hijau.