Iraola debut Liga Champions bersama Liverpool berjalan manis. Pada laga pertamanya memimpin The Reds di kompetisi elite Eropa, ia menyaksikan timnya menang 2-1 atas Atletico Madrid di Anfield pada Rabu. Kemenangan itu diraih lewat comeback, setelah Liverpool lebih dulu tertinggal.
Andoni Iraola menyebut atmosfer Anfield saat laga itu sebagai pengalaman yang “luar biasa”. Laga tersebut menjadi penampilan pertamanya sebagai manajer di Liga Champions untuk klub mana pun, sekaligus debutnya menangani Liverpool di kompetisi ini. Atletico Madrid datang dengan reputasi sebagai lawan yang sulit ditaklukkan, dan Liverpool harus bangkit setelah tertinggal lebih dulu.

Jalannya Laga Liverpool vs Atletico Madrid
Atletico Madrid membuka keunggulan pada menit ke-17 lewat Marcos Llorente, yang menaklukkan Alisson Becker. Bagi Llorente, itu adalah gol kelima di Liga Champions dalam penampilan ketiganya melawan Liverpool. Menariknya, seluruh gol tersebut ia cetak di Anfield.
Liverpool baru bisa menyamakan kedudukan lima menit sebelum jeda. Dominik Szoboszlai menuntaskan peluang setelah menerima sentuhan cantik Ronald Araujo di dalam kotak penalti, dan bola berhasil ia sarangkan ke gawang. Gol itu mengubah momentum pertandingan dan membuat tuan rumah tampil lebih percaya diri.
Comeback Liverpool tuntas pada menit ke-50. Alexis Mac Allister melepaskan tembakan ke sudut kiri bawah gawang usai aksi bagus Rio Ngumoha dari sisi kanan. Atletico memang tumbuh seiring berjalannya laga, tetapi Liverpool justru nyaris menambah gol sebelum Jeremie Frimpong dianulir karena offside.
Iraola Akui Sempat Salah Baca Taktik Atletico
Usai laga, Iraola mengaku harus menanggung sebagian kesalahan karena membaca formasi Atletico secara keliru. Ia menyebut tim tamu tampil dengan lima bek alias formasi 5-3-2, bukan susunan yang ia perkirakan. Karena itu, Liverpool sempat menunggu momen yang tepat untuk memperbaiki permainan.
“Sulit meminta lebih. Saya pikir kami telah menunjukkan karakter besar, terutama para pemain setelah awal yang sulit,” ujar Iraola kepada TNT Sports. Ia menambahkan bahwa dirinya menikmati laga tersebut dan merasa beruntung bisa merasakan atmosfer Anfield secara langsung.
Menurut Iraola, penampilan Liverpool jauh lebih baik pada babak kedua. Ia menilai timnya mampu menekan dengan lebih efektif dan tampil sebagai tim yang lebih unggul setelah turun minum. Perbaikan itu pula yang akhirnya berbuah tiga poin penuh.
Rekor di Balik Debut Liga Champions Iraola
Kemenangan ini menjadi kemenangan keempat berturut-turut Liverpool atas raksasa LaLiga tersebut di kompetisi Eropa. Selain itu, Liverpool mencatatkan kemenangan pada laga pembuka Liga Champions dalam lima dari enam kesempatan terakhir, dengan hanya satu kekalahan. Catatan itu menegaskan betapa solidnya start Liverpool di kompetisi ini.
Bagi Iraola, hasil ini terasa istimewa karena menjadi kemenangan pertamanya atas Diego Simeone sepanjang karier kepelatihan. Sebelumnya, ia empat kali berhadapan dengan Simeone di LaLiga saat menangani Rayo Vallecano, dan tak satu pun berakhir dengan kemenangan—satu seri dan tiga kekalahan. Kini kutukan itu akhirnya terpecahkan.
Dari sisi Atletico, laga ini memperlihatkan sebuah anomali. Dalam pertandingan Liga Champions saat Atletico mencetak gol pembuka, ini baru kedua kalinya dari 14 kesempatan terakhir mereka menelan kekalahan, dengan catatan 10 kemenangan dan 2 seri. Mereka juga pernah kalah 2-1 dari Bodo/Glimt pada Januari musim lalu.
Tren Comeback dan Karakter Liverpool
Comeback melawan Atletico melanjutkan tema yang berulang di awal masa kepemimpinan Iraola. Di Premier League, Liverpool sempat menyelamatkan hasil imbang melawan Newcastle United dan Nottingham Forest, sebelum akhirnya mengalahkan Ipswich Town pada laga liga terakhir. Pola ini menunjukkan bahwa tim asuhan Iraola punya mental bangkit, meski kerap harus tertinggal lebih dulu.
“Saya menikmatinya. Mereka tim yang sangat bagus. Secara teknis, di lini tengah ada pemain-pemain yang indah,” kata Iraola menambahkan. Ia menegaskan bahwa menekan pemain berkualitas seperti itu bukan hal yang mudah. Para pemain Atletico juga sudah lama bermain bersama sehingga chemistry mereka sangat kuat.
Iraola juga menyoroti kebiasaan timnya yang belum sepenuhnya teratasi, yakni lambat panas di awal pertandingan. Meski begitu, ia puas karena para pemainnya menunjukkan karakter yang kuat. Ia pun menegaskan bahwa di Liga Champions tidak ada laga yang bisa dianggap mudah.
Kekhawatiran Cedera Bradley Barcola
Ada pula kekhawatiran seputar Bradley Barcola, rekrutan musim panas senilai £123 juta. Pada laga pertama sebagai starter, ia harus ditarik keluar pada menit ke-60 setelah terjatuh karena cedera. Momen itu sempat membuat tim medis dan para pendukung cemas.
Kabar baiknya, Iraola mengungkapkan bahwa Barcola hanya mengalami kram. Meski demikian, ia masih akan menunggu kondisi pemain tersebut sebelum memutuskan apakah Barcola bisa terlibat dalam laga melawan Fulham pada Sabtu. Keputusan itu akan bergantung pada bagaimana sang pemain memulihkan kondisinya.
“Tidak, hanya kram, terutama Bradley,” kata Iraola ketika ditanya soal kemungkinan cedera. Ia mengakui timnya agak terburu-buru memainkan Barcola, sehingga pada akhirnya hanya memaksimalkan kemampuan yang dimiliki. Kini Iraola menantikan bagaimana para pemainnya pulih untuk laga berikutnya.
Iraola debut Liga Champions di Anfield dengan catatan yang layak dikenang: Liverpool menang 2-1 atas Atletico Madrid dan ia akhirnya merasakan kemenangan atas Simeone. Meski begitu, sejumlah hal masih perlu dibenahi, mulai dari lambatnya start hingga kondisi kebugaran pemain.
Dengan modal momentum dan karakter comeback, Liverpool akan berusaha menjaga tren positif pada pertandingan berikutnya. Bagi Iraola, atmosfer Anfield yang ia sebut luar biasa itu menjadi pembuka yang menjanjikan di kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa.