Gasperini Sebut Performa Donyell Malen Luar Biasa di Roma

Pelatih kepala Roma, Gian Piero Gasperini, menilai dampak yang diberikan Donyell Malen sejak bergabung ke klub ibu kota sungguh luar biasa dan melampaui segala perkiraan. Penilaian itu bukan tanpa dasar, karena penyerang asal Belanda tersebut telah mengemas 19 gol hanya dalam 21 penampilan Serie A bersama Giallorossi. Angka tersebut menjadikannya sebagai salah satu bomber paling produktif di kompetisi elite Italia saat ini.

Pujian itu keluar menjelang laga tandang Roma ke markas Torino pada Senin, pertandingan keempat musim 2026-27. Roma sendiri membuka kampanye dengan tiga kemenangan beruntun, melanjutkan tren positif yang mereka bangun di pengujung musim lalu ketika mereka finis kuat dan mengamankan tiket Liga Champions. Di tengah start sempurna itu, sosok Malen menjadi sorotan utama karena ketajamannya di depan gawang lawan.

Donyell Malen

Statistik Donyell Malen yang Membuat Gasperini Takjub

Produktivitas Malen terbilang mencolok jika dibandingkan dengan pemain lain di Serie A. Sepanjang tahun kalender ini, tidak ada pemain yang mencetak gol lebih banyak darinya, dengan selisih minimal tujuh gol atas pesaing terdekat, Tasos Douvikas dari Como yang mengoleksi 12 gol. Konsistensi semacam itu jarang dimiliki penyerang yang baru menjalani paruh pertama musim pertamanya bersama sebuah klub besar Italia.

Ketajaman itu pula yang membuat Roma percaya diri menyambut rangkaian laga berat. Malen memulai musim ini dengan hat-trick ke gawang Fiorentina, lalu menambah dua gol saat Roma bertandang ke Lecce pada matchday kedua. Satu-satunya laga di mana ia relatif tidak berkutik adalah saat Roma mencuri kemenangan dramatis atas Atalanta pada pertandingan terakhir kompetisi domestik.

Gasperini pun tidak menyembunyikan kekagumannya pada catatan statistik anak asuhnya tersebut. “Ini luar biasa, statistik seputar Malen, terutama karena konsistensinya yang benar-benar terjaga,” ujar Gasperini. Ia menambahkan bahwa dirinya sudah tahu merekrut Malen akan menjadi langkah penting bagi tim, tetapi realisasinya jauh melewati ekspektasi yang ia pasang.

Jejak Kedatangan Malen dan Fondasi Roma Musim Ini

Malen bukan pemain yang datang dengan label bintang paling terang saat bergabung pada Januari lalu. Ia tiba dari Aston Villa, awalnya dengan status pinjaman, sebagai opsi untuk menambah daya gedor lini depan Roma di paruh kedua musim. Namun, penampilannya langsung berkembang pesat hingga membuat Roma memantapkan dirinya sebagai ujung tombak andalan.

Menariknya, debut Malen di Serie A sekaligus gol pertamanya di kompetisi ini lahir justru saat Roma bertandang ke Torino pada Januari. Artinya, lawan yang akan dihadapi Roma pada Senin adalah tim yang sama ketika ia kali pertama memperkenalkan diri kepada publik Italia. Catatan itu menambah dimensi tersendiri pada laga mendatang, sebab Malen berpeluang mengulang momentum serupa.

Sementara itu, Roma sebagai tim sedang menikmati periode yang jarang terjadi dalam satu dekade terakhir. Giallorossi memenangi delapan pertandingan Serie A terakhir mereka secara beruntun, lima di antaranya di penghujung musim lalu dan tiga di awal musim ini. Sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Serie A, hanya tiga kali Roma memiliki rentetan kemenangan yang lebih panjang, yaitu 11 laga antara Desember 2005 dan Februari 2006, 11 laga antara Mei dan Oktober 2013, serta sembilan laga antara Maret dan April 2014.

Dampak bagi Komposisi Tim dan Peran Paulo Dybala

Ketajaman Malen tidak berdiri sendiri, melainkan turut ditopang oleh kreativitas rekan-rekannya di lini serang. Paulo Dybala telah menjadi penyuplai utama dengan empat assist dari tiga pertandingan liga pertama, dan ia juga bermain penuh saat Roma ditahan imbang 1-1 oleh Fenerbahce di Liga Champions pada Kamis. Dalam laga Eropa itu Malen tidak berhasil mencetak gol, tetapi kombinasi keduanya tetap menjadi fondasi serangan Roma.

Muncul spekulasi bahwa Dybala mungkin diistirahatkan saat Roma bertandang ke Turin. Gasperini menepis anggapan itu dengan menegaskan bahwa selama pemain asal Argentina tersebut dalam kondisi fit, namanya akan selalu ada di daftar sebelas pertama. Jika memang perlu beristirahat, menurutnya, itu wajar dan sudah sepatutnya diberi kesempatan untuk memulihkan kondisi.

Gasperini juga enggan membahas urutan prioritas pemain atau hierarki di skuadnya. Baginya, cara berpikir semacam itu tidak adil bagi pemain yang sudah memberikan segalanya untuk tim. Ia menilai rotasi bukan soal menaikkan atau menurunkan status pemain, sebab pola pikir seperti itu hanya akan memicu polemik yang tidak perlu di tim sekelas Roma.

Jika Dybala kembali menyumbang assist pada laga di Turin, ia akan memecahkan rekor assist terbanyak pada empat matchday pertama sebuah musim Serie A. Sejak Opta mulai mengumpulkan data pada 2004-05, empat pemain lain pernah mencatatkan empat assist dalam empat laga awal, dan tambahan satu assist lagi akan menempatkan Dybala sendirian di puncak catatan tersebut.

Pemain yang Perlu Diwaspadai di Laga Torino vs Roma

Torino: Rolando Mandragora

Mandragora tercatat terlibat dalam dua gol dari tiga penampilan kandang terakhirnya melawan Roma di Serie A, dengan rincian satu gol dan satu assist. Ia juga mencetak gol ke gawang Fiorentina pada laga terakhir, dengan jeda lima tahun 137 hari sejak golnya sebelumnya untuk Torino pada 21 April 2021 melawan Bologna ketika masih berstatus pemain pinjaman. Meski demikian, ia belum pernah mencetak gol dalam dua penampilan Serie A berturut-turut sepanjang kariernya.

Roma: Donyell Malen

Malen kini berpeluang menorehkan catatan sejarah baru bersama Giallorossi. Ia bisa menjadi pemain ketiga dalam sejarah Roma yang mencetak lebih dari lima gol dalam empat laga Serie A pertama sebuah musim, menyusul Pedro Manfredini pada 1960-61 dengan tujuh gol dan Francesco Totti pada 2001-02 dengan enam gol. Peluang itu terbuka lebar mengingat ia sudah mengoleksi lima gol hanya dari dua pertandingan awal musim ini.

Peluang dan Prediksi Jelang Torino vs Roma

Rekor pertemuan kedua tim berpihak kepada Roma. Mereka memenangi 14 dari 19 pertemuan terakhir melawan Torino di Serie A, dengan hanya dua kali imbang dan tiga kali kalah. Sejak 2017, Roma tidak pernah menang lebih banyak atas lawan lain di kompetisi ini selain Torino, jumlahnya sama dengan 14 kemenangan atas Udinese.

Di sisi lain, Torino punya masalah tersendiri ketika menjamu Roma. Mereka gagal mencetak gol dalam enam dari sembilan laga kandang terakhir melawan Roma di liga, dan tujuh di antaranya berakhir dengan kekalahan. Torino juga belum menjaga gawangnya tetap bersih dalam delapan pertandingan Serie A terakhir, dan hanya meraih dua kemenangan dalam rentetan itu, membuat Roma yang sedang dalam performa puncak berstatus作为favorit jelas.

Opta memberikan gambaran yang sejalan dengan tren tersebut. Peluang kemenangan Torino diproyeksikan hanya 18,7 persen, sementara Roma memiliki peluang menang 57,8 persen, dan peluang laga berakhir imbang sebesar 23,5 persen.

Terlepas dari semua angka itu, Gasperini menegaskan bahwa timnya belum mencapai performa terbaik. Ia mengaku puas dengan mentalitas para pemain dan menilai skuadnya baru mulai menemukan bentuk permainan yang sebenarnya. Fokus Roma, katanya, harus tertuju pada laga melawan Torino dan melupakan pertandingan sebelumnya, sekaligus memperbaiki fokus mereka dalam menghindari kebobolan.

Gasperini juga menekankan bahwa sepak bola modern tidak memberi ruang untuk berlama-lama menoleh ke belakang. Menurutnya, setiap pemain bisa diandalkan, dan yang terpenting adalah memantau kondisi mereka dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya untuk menjaga konsistensi di tengah jadwal yang padat.

Kesimpulan

Perjalanan Donyell Malen bersama Roma sejauh ini berjalan jauh lebih mulus dari perkiraan siapa pun, termasuk Gasperini yang merekrutnya. Dengan 19 gol dari 21 laga Serie A serta serangkaian catatan eksplosif di awal musim, ia menjadi alasan utama di balik start sempurna Giallorossi. Kombinasinya dengan kreativitas Dybala menjadikan lini depan Roma salah satu yang paling berbahaya di Italia saat ini.

Laga melawan Torino pada Senin akan menjadi ujian berikutnya, baik bagi Malen untuk mengukir sejarah pribadi maupun bagi Roma untuk memperpanjang catatan kemenangan mereka. Statistik pertemuan dan proyeksi Opta menempatkan Roma sebagai favorit, tetapi Gasperini tetap ingin timnya tampil fokus dan disiplin di lini belakang. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Roma berpeluang besar menjaga rekor sempurna mereka sekaligus mengukuhkan posisi Malen sebagai salah satu penyerang paling menakutkan di Serie A.