Berita Bola

Scottish Premiership Kembali, Debut Reedijk di Hibs

Scottish Premiership kembali bergulir akhir pekan ini setelah jeda internasional yang panjang, dan seluruh 12 tim di kasta teratas Liga Skotlandia siap kembali bertanding. Rangers datang dengan modal enam kemenangan beruntun, sementara Hibernian akan menjalani laga pertama di bawah pelatih baru mereka, Marink Reedijk. Pertanyaan besarnya kini sederhana: siapa yang mampu menjaga momentum, dan siapa yang justru kehilangan ritme karena terlalu lama berhenti?

Jeda yang diperpanjang itu terasa lebih seperti jeda musim mini, tepat ketika kompetisi baru mulai menghangat. Banyak pemain kembali dengan energi penuh setelah menghabiskan waktu di tempat yang lebih hangat. Situasi ini menciptakan dilema tersendiri bagi setiap klub: tim yang sedang dalam tren positif berisiko kehilangan momentum, sedangkan tim yang tengah terpuruk justru punya kesempatan untuk mengatur ulang segalanya dari awal.

Scottish Premiership: Mampukah Rangers Menjaga Momentum?

Rangers mungkin memandang jeda ini dengan perasaan campur aduk. Setelah meraih enam kemenangan beruntun, istirahat dan pemulihan jelas menjadi hal yang dibutuhkan oleh skuad asuhan Derek McInnes. Meski demikian, kepercayaan diri yang dibangun dari rentetan kemenangan tersebut belum tentu bisa langsung direplikasi begitu kompetisi bergulir lagi.

Kilmarnock akan bertandang ke Ibrox pada Sabtu dengan misi yang jelas: menjadi tim tamu pertama di kompetisi liga yang mampu mencetak gol di sana sejak awal Agustus. Catatan itu menunjukkan betapa kokohnya pertahanan Rangers di kandang selama periode tersebut. Jika Kilmarnock berhasil mematahkannya, laga ini bisa berjalan jauh lebih ketat dari yang diperkirakan.

Skuad asuhan Neil McCann sendiri datang dengan bekal positif sebelum jeda. Mereka mencuri kemenangan tandang di markas Hibernian, lalu memaksa Aberdeen dan Hearts—runner-up musim lalu—bermain imbang. Rangkaian hasil tersebut memberi kepercayaan diri tambahan bagi tim tamu untuk menghadapi salah satu kandidat terkuat di liga.

Yang membuat duel ini menarik adalah latar belakang kedua pelatih. McInnes dan McCann pernah menjadi rekan setim di Rangers sekaligus di tim nasional Skotlandia. Kini keduanya berhadapan dari bangku cadangan dengan agenda yang bertolak belakang: satu berusaha mempertahankan laju, satu lagi ingin mengejutkan tuan rumah.

Debut Marink Reedijk sebagai Pelatih Hibs

Laga Sabtu melawan Dundee United di Tannadice akan menjadi penampilan pertama Marink Reedijk sebagai pelatih kepala Hibs. Pelatih berkebangsaan Belanda itu mungkin lebih menyukai debut di kandang sendiri, tetapi ia setidaknya bisa mengandalkan dukungan suporter yang cukup banyak di laga tandang tersebut.

Posisi Hibs saat ini tidak nyaman. Mereka berada di peringkat ketiga dari bawah, hanya unggul satu poin atas Falkirk dan dua poin atas Kilmarnock. Reedijk juga tidak mendapat keuntungan berupa jendela transfer, karena ia baru bergabung pada akhir bulan lalu, sehingga ia harus bekerja dengan skuad yang ada.

Warisan yang ditinggalkan David Gray sebenarnya cukup menjanjikan. Skuad Hibs dihuni pemain-pemain dengan pengalaman bermain di Premiership, plus satu dua talenta muda yang menarik perhatian seperti penyerang Owen Elding. Kombinasi pengalaman dan energi muda itu menjadi bahan baku yang harus diolah Reedijk dengan cepat.

Pelatih berusia 35 tahun itu sudah menjanjikan gaya permainan yang “berani, intens, dan penuh komitmen”. Seberapa nyata janji tersebut baru akan terlihat jelas pada Sabtu malam. Publik di Leith tentu mengamati setiap langkahnya dengan mata yang tajam, karena mereka menantikan perubahan nyata setelah pergantian pelatih.

Hearts Berpeluang Disalip St Mirren dan Dundee

Musim Hearts belakangan ini sedikit tergelincir. Mereka kalah di Falkirk dan hanya mampu bermain imbang saat bertandang ke Kilmarnock. Hasil itu belum bisa disebut krisis, tetapi skuad asuhan Wouter Vrancken jelas tidak ingin tren tersendat tersebut berlanjut ketika St Mirren berkunjung ke Tynecastle pada Sabtu.

St Mirren sendiri memulai musim dengan cukup meyakinkan, namun performa mereka menurun tajam dalam tiga laga terakhir dan selalu berakhir dengan kekalahan. Kondisi itu membuat laga di Tynecastle menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk membuktikan bahwa jeda internasional benar-benar memulihkan mereka.

Ancaman bagi Hearts tidak hanya datang dari St Mirren. Dundee juga berada dalam jarak yang sama, yakni terpaut tiga poin. Skuad asuhan Steven Pressley masuk masa jeda dengan modal moral berupa kemenangan atas Motherwell, dan hasil itu memberi mereka alasan untuk percaya diri.

Pada Sabtu, Dundee akan bertandang ke Falkirk, tim yang tengah mengalami kebangkitan kecil setelah sempat kehilangan poin di fase transisi awal musim. Artinya, persaingan di papan tengah berpotensi berubah cukup cepat hanya dalam satu akhir pekan.

Celtic Berupaya Menghentikan Tren Buruk

Celtic datang ke laga akhir pekan dengan catatan yang tidak biasa: tiga kekalahan beruntun di semua kompetisi, termasuk kekalahan di liga dan Piala dari Rangers. Meski demikian, tim juara bertahan asuhan Martin O’Neill masih memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin. Lawatan ke Fir Park pada Minggu punya dua fokus sekaligus.

Prioritas utama tentu menghentikan tren negatif dan kembali meraih kemenangan. Namun, laga melawan Motherwell juga berfungsi sebagai pemanasan sebelum perjalanan ke Lisbon untuk menghadapi Benfica di ajang Europa League pada Kamis. Dua agenda itu membuat rotasi dan manajemen kebugaran pemain menjadi pertimbangan penting bagi O’Neill.

Motherwell sendiri tidak dalam kondisi prima. Mereka juga menelan tiga kekalahan beruntun dari Rangers, Aberdeen, dan Dundee, yang menghentikan start musim yang semula menjanjikan di bawah asuhan Alfred Johansson. Meski begitu, satu hasil positif bisa mengubah suasana sepenuhnya, dan The Steelmen terbukti beberapa kali menyulitkan Celtic pada musim lalu. Laga di Lanarkshire itu berpotensi menjadi tontonan menarik.

Aberdeen dan St Johnstone Berebut Poin Penting

Laga penutup akhir pekan mempertemukan Aberdeen dengan St Johnstone di Pittodrie. Keduanya mengumpulkan delapan poin dari tujuh pertandingan, dengan Saints sedikit lebih baik dalam hal selisih gol. Ini juga menjadi pertemuan pertama kedua tim di kasta teratas setelah lebih dari satu tahun.

Kedua tim memasuki masa jeda dengan kondisi yang cukup baik. Aberdeen tidak terkalahkan dalam empat laga terakhir, sedangkan St Johnstone mencetak gol di menit-menit akhir untuk merebut satu poin saat menjamu Falkirk. Modal tersebut membuat laga ini layak dinantikan, terutama karena posisi keduanya di klasemen sangat berdekatan.

Peluang untuk memangkas jarak terbuka lebar bagi salah satu dari mereka. Sebab, pada Sabtu, setidaknya satu di antara Hearts dan St Mirren pasti akan kehilangan poin karena keduanya saling berhadapan. Laga pada Minggu pun menjadi kesempatan nyata bagi Aberdeen atau St Johnstone untuk mendekati tim-tim di atas mereka di papan klasemen.

Penutup

Kembalinya Scottish Premiership akhir pekan ini menghadirkan sejumlah pertanyaan yang menarik untuk dijawab di lapangan. Rangers mencoba membuktikan bahwa jeda panjang tidak merusak laju mereka, sementara Marink Reedijk memulai babak baru bersama Hibs tanpa kemewahan jendela transfer. Di sisi lain, Hearts dan Dundee saling mengintai untuk merebut posisi, dan Celtic berupaya keras menghentikan tren buruk di tengah jadwal Eropa yang menanti.

Bagi para penggemar Liga Skotlandia, akhir pekan ini adalah titik di mana jeda panjang berakhir dan cerita musim kembali berjalan. Beberapa hasil mungkin hanya menentukan posisi sementara, tetapi dampaknya terhadap kepercayaan diri dan arah tim sepanjang beberapa pekan ke depan bisa jauh lebih besar dari yang terlihat.

Exit mobile version