Jose Mourinho meminta semua pihak menahan diri dan tidak membebani Yan Diomande dengan ekspektasi berlebihan di Real Madrid. Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa winger anyar tersebut memang tidak akan langsung tampil mencengangkan pada awal kariernya di Santiago Bernabeu. Ia pun mengingatkan para penggemar untuk bersabar dan memberi waktu bagi pemain muda itu beradaptasi.
Pernyataan ini muncul di tengah awal musim yang impresif pada periode kedua kepelatihan Mourinho di Madrid. Los Blancos memenangi tiga laga beruntun di LaLiga, termasuk kemenangan telak 4-0 atas Malaga pada Minggu lalu. Hasil itu membuat sorotan semakin tertuju kepada para pemain anyar, termasuk Diomande yang datang dengan banderol sangat tinggi.
Kemenangan Ketiga Beruntun Madrid di LaLiga
Pada laga melawan Malaga, Real Madrid tampil dominan dan menutup pertandingan dengan skor 4-0. Jude Bellingham, Kylian Mbappe, dan Arda Guler masing-masing menyumbang satu gol. Satu gol lainnya lahir dari gol bunuh diri kiper Malaga, Alfonso Herrero, ketika bola memantul dari tubuhnya akibat sundulan Bellingham.
Seperti dua laga sebelumnya, Mourinho kembali memasukkan Diomande dari bangku cadangan. Pemain yang pernah memperkuat RB Leipzig itu diberi kesempatan bermain sekitar 25 menit terakhir ditambah waktu tambahan. Hingga pekan ketiga, ia baru mengumpulkan total 57 menit bermain, menjadikannya pemain dengan menit tampil kedua tersedikit di skuad Madrid, hanya unggul dari Carlos Espi yang mencatatkan 14 menit.
Mourinho Minta Ekspektasi Diomande Dikendalikan
Mourinho tidak ingin publik menilai Diomande berdasarkan banderol transfernya yang sangat besar. Ia menyebut angka sekitar €120 juta atau €130 juta tidak seharusnya menjadi patokan untuk menuntut performa gemilang secara instan. Menurutnya, Diomande baru saja menjalani musim level atas bersama Leipzig dan masih membutuhkan proses adaptasi yang panjang.
“Dia perlu menjalani prosesnya selangkah demi selangkah. Ia bekerja keras dan melakukannya dengan baik,” ujar Mourinho. “Dia sosok yang terbuka, rendah hati, mau belajar, dan mendengarkan rekan setimnya. Ia akan terus berkembang.”
Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa angka transfer sebesar itu kerap membuat orang membayangkan pemain yang langsung tampil luar biasa sejak pertandingan pertama. Padahal, Diomande masih muda dan butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan ritme permainan serta tuntutan bermain di Real Madrid. “Ketika bicara soal angka sebesar itu, orang membayangkan seseorang yang datang dan langsung membuat semua orang tercengang. Namun bukan begitu kenyataannya, dia masih muda. Tenang, jangan terburu-buru,” imbuhnya.
Bellingham Masuk Kandidat Ballon d’Or
Di sisi lain, Bellingham tampil sebagai salah satu pemain terbaik Madrid dalam laga kontra Malaga. Gelandang asal Inggris itu memenangkan enam dari delapan duel yang ia lakukan. Ia juga melepaskan empat tembakan dari dalam kotak penalti, sama banyaknya dengan Mbappe yang menjadi catatan tertinggi tim.
Mourinho bahkan menempatkan Bellingham dalam kelompok pemain yang berpotensi memenangkan Ballon d’Or, sejajar dengan Mbappe dan Vinicius Junior. Ia menginginkan Bellingham lebih sering berada di posisi menyerang ketimbang bertahan sebagai pemain sayap kiri kedua. Mourinho juga mengaku sudah sepakat dengan sang pemain soal perubahan peran tersebut.
“Dia sangat menuntut diri sendiri dan orang lain, dan saya sangat menyukai itu,” kata Mourinho. “Saya sepakat dengannya bahwa saya tidak ingin melihatnya sebagai bek kiri kedua. Kami benar-benar memanfaatkan situasi itu saat melawan Benfica, dan sekarang organisasi tim sudah kami ubah. Dia merasa nyaman dengan peran barunya.”
Soal Ballon d’Or, Mourinho menegaskan bahwa Madrid memiliki lebih dari satu pemain yang bisa meraih penghargaan individu tertinggi itu. “Saya pernah bilang bahwa di Real Madrid ada lebih dari satu pemain yang bisa memenangkan Ballon d’Or, dan Jude ada di antaranya,” jelasnya. “Tentu ada satu pemain yang membuat sejarah di Piala Dunia. Namun Jude, di lini tengah, luar biasa.”
Catatan Konsistensi dan Ujian Berikutnya
Meski meraih hasil positif, Mourinho tetap memberikan catatan kritis kepada anak asuhnya. Ia mengakui bahwa Real Madrid sempat kehilangan bentuk permainan di pengujung laga saat sudah unggul 3-0. Menurutnya, sebagian pemain tetap fokus, tetapi sebagian lainnya mulai kendur, dan hal itu wajar karena tidak mudah menjaga energi serta mentalitas selama 90 menit penuh.
Madrid akan menjalani laga keempat mereka musim ini dengan bertandang ke markas Real Betis pada Jumat mendatang. Setelah itu, pasukan Mourinho akan membuka kampanye Liga Champions dengan menjamu Inter di kandang pada 8 September. Dua laga ini akan menjadi ujian awal seberapa siap Madrid bersaing di level tertinggi musim ini.
Tiga kemenangan beruntun di LaLiga memberi modal berharga, tetapi tantangan sesungguhnya baru dimulai bagi Mourinho dan skuadnya. Diomande butuh waktu untuk membuktikan nilai transfernya, sementara Bellingham terus menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. Dengan jadwal yang semakin padat, konsistensi menjadi kunci utama Madrid untuk mempertahankan tren positif.
