Rekor Impresif Maroko: 34 Laga Tanpa Kekalahan
Maroko kembali mencuri perhatian di ajang sepak bola dunia. Tim berjuluk Singa Atlas ini datang ke Piala Dunia 2026 dengan catatan luar biasa: tak terkalahkan dalam 34 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Rekor ini membuat banyak pihak bertanya-tanya, apakah Maroko benar-benar layak disebut sebagai Maroko penantang Piala Dunia 2026 yang serius? Kemenangan atas Kanada di babak 16 besar menjadi bukti bahwa mereka bukan sekadar tim kejutan, melainkan kekuatan yang patut diperhitungkan.
Meski tidak selalu tampil cantik, Maroko mampu meraih hasil maksimal. Dalam laga melawan Kanada, mereka hanya melepaskan lima tembakan ke gawang – jumlah terendah untuk tim pemenang di babak gugur Piala Dunia. Babak pertama bahkan menjadi yang pertama dalam sejarah Piala Dunia dengan jumlah kartu kuning lebih banyak dari jumlah tembakan. Namun, seperti kata pepatah, tanda tim hebat adalah mampu menang meski tidak bermain bagus. Maroko membuktikan diri mereka adalah tim yang tangguh dan disiplin.
Benarkah Maroko Penantang Serius di Piala Dunia 2026?
Sejak kekalahan terakhir mereka dari Kenya pada Agustus 2025 di Kejuaraan Afrika untuk pemain liga domestik, Maroko belum pernah merasakan kekalahan lagi. Catatan ini termasuk kemenangan di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 dan laga persahabatan melawan tim-tim kuat. Manajer Maroko, Mohamed Ouahbi, menegaskan bahwa timnya tidak mengubah filosofi permainan meskipun dalam tekanan. “Kami tidak mengubah identitas. Yang penting adalah kami tetap tangguh saat tidak dalam performa terbaik,” ujarnya.
Di atas lapangan, kapten Achraf Hakimi menjadi momok bagi lawan. Bek kanan yang dianggap salah satu yang terbaik di dunia ini terus memberikan ancaman, sementara Brahim Diaz menjadi kreator utama dengan dua assist dalam satu pertandingan. Diaz kini mengoleksi empat assist di Piala Dunia, terbanyak dari pemain Afrika mana pun. Kehadiran pemain-pemain diaspora seperti Hakimi dan Diaz, yang lahir di Spanyol, menjadi bukti investasi jangka panjang Federasi Sepak Bola Maroko di bawah dukungan Raja Mohammed VI.
Investasi Raja Mohammed VI: Kunci Sukses Maroko
Kesuksesan Maroko tidak terjadi dalam semalam. Akademi Mohammed VI yang dibuka pada 2009 dan pusat latihan senilai 65 juta dolar AS (sekitar 48,7 juta poundsterling) pada 2019 telah melahirkan generasi emas pemain. “Semua yang terjadi sekarang berkat investasi Raja,” kata Ouahbi. Infrastruktur ini memungkinkan Maroko merekrut pemain keturunan dari luar negeri dan membangun mentalitas juara. Kini, Maroko bukan lagi tim kejutan – mereka dianggap sebagai negara sepak bola besar oleh banyak pengamat.
Ujian Berat Menanti: Bisakah Maroko Konsisten?
Meskipun rekor mereka mengesankan, masih ada keraguan apakah Maroko sudah diuji dengan lawan-lawan papan atas. Mereka tampil solid saat menahan imbang Brasil, namun kemenangan atas Skotlandia dan Haiti terasa kurang meyakinkan. Di babak 32 besar, mereka butuh gol sundulan di masa injury time untuk mengalahkan Belanda. Kritikus seperti Chris Sutton dari BBC mengatakan, “Jika Maroko tampil seperti di babak pertama melawan Kanada saat berhadapan dengan Prancis, mereka akan dihancurkan.”
Namun, Maroko memiliki keunggulan lain: permainan serangan balik yang mematikan. Semakin lama pertandingan berjalan, mereka semakin kuat. Di babak perempat final nanti, jika bertemu Prancis – yang merupakan lawan potensial – Maroko harus menunjukkan konsistensi penuh selama 90 menit. Pertandingan-pertandingan sulit inilah yang akan menentukan apakah mereka benar-benar layak disebut sebagai Maroko penantang Piala Dunia 2026.
Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Dongeng
Maroko telah membuktikan bahwa perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 bukanlah dongeng belaka. Dengan rekor 34 laga tak terkalahkan, investasi jangka panjang, dan pemain-pemain berkualitas, mereka memiliki peluang nyata untuk menjadi tim Afrika pertama yang meraih gelar juara dunia. Meski ujian berat masih menanti, satu hal yang pasti: Maroko tidak akan menyerah. Mereka ingin terus melaju dan mengukir sejarah, bukan hanya sebagai tim kejutan, tetapi sebagai kekuatan sepak bola yang sesungguhnya.
