slot Unicorn

Kontroversi Balogun FIFA: Ancaman bagi Masa Depan Infantino?

United States' Folarin Balogun (20) reacts after scoring his team's first goal during the World Cup round of 32 soccer match between the United States and Bosnia in Santa Clara, Calif., near San Francisco, Wednesday, July 1, 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

Skandal Balogun Mengguncang Piala Dunia 2026

Keputusan kontroversial FIFA yang membatalkan skorsing kartu merah Folarin Balogun untuk laga babak 16 besar Amerika Serikat melawan Belgia memantik gelombang kritik. Dalam ajang yang mereka tuanrumahi bersama, Balogun menjadi bintang utama AS dengan tiga gol. Namun, kartu merah yang seharusnya membuatnya absen pada laga selanjutnya justru dianulir—meski aturan Piala Dunia melarang banding atas kartu merah.

Keputusan ini keluar setelah intervensi dari Presiden AS Donald Trump yang mengakui telah meminta Infantino meninjau ulang larangan tersebut. “Akulah yang membuat mereka melakukannya,” ujar Trump. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius tentang netralitas politik dalam sepak bola dan masa jabatan Gianni Infantino sebagai presiden FIFA.

Intervensi Politik Trump Dinilai Melanggar Aturan FIFA

Aturan FIFA dengan tegas melarang campur tangan politik dalam sepak bola. Banyak negara, seperti Pakistan, pernah diskors akibat intervensi pemerintah. Namun, saat menyangkut Infantino dan Trump, sepertinya berlaku standar ganda. Mantan presiden FIFA Sepp Blatter pun angkat bicara: “Sepak bola tidak boleh menjadi taman bermain kekuasaan politik.”

Kelompok pegiat HAM FairSquare telah mengadukan Infantino ke komite etik FIFA karena dianggap melanggar netralitas politik saat menciptakan FIFA Peace Prize. Tak ada tanggapan. Lebih dari 50 anggota parlemen Eropa juga sudah menulis surat mendesak tindakan, namun tak digubris. Situasi ini menunjukkan pola ketidaktransparanan yang kerap mewarnai kepemimpinan Infantino.

Reaksi Keras dari UEFA dan Tokoh Sepak Bola

UEFA mengecam keras keputusan tersebut, menyebut FIFA telah “melewati garis merah”. Jurgen Klopp, mantan manajer Liverpool, menyatakan: “Jika Trump dan Infantino benar-benar menyelesaikan ini di antara mereka sendiri, itu gila; itu mempertanyakan segalanya.” UEFA juga menunjukkan perlawanan dengan cara lain, seperti mengundang wasit Somalia Omar Artan—yang sempat ditolak masuk AS—untuk memimpin UEFA Super Cup, dan terus membandingkan harga tiket Euro 2028 yang jauh lebih murah ketimbang Piala Dunia.

Ketegangan antara UEFA dan FIFA bukanlah hal baru. Sejak Mei 2025, UEFA memimpin aksi walk-out dalam Kongres FIFA sebagai protes atas keterlambatan Infantino yang tiba bersama Trump dari tur Timur Tengah.

Matematika Kekuasaan: Infantino Hampir Tak Tergoyahkan

Meski kontroversi bertumpuk—mulai dari alokasi Piala Dunia 2030 dan 2034 yang kontroversial, Piala Dunia Antarklub yang dianggap tidak diinginkan, hingga kenaikan harga tiket yang ekstrem—posisi Infantino justru aman. Sebab, popularitasnya sangat kuat di banyak federasi di luar Eropa, berkat program FIFA Forward yang mendanai proyek sepak bola global.

Perluasan Piala Dunia menjadi 48 tim memberi harapan bagi negara-negara kecil seperti Cape Verde, Yordania, atau Uzbekistan. Meski format ini dikritik, faktanya banyak negara mendapat mimpi baru. Dan mimpi itu dibayar dari pendapatan besar turnamen; tahun ini FIFA diperkirakan meraup 9 miliar dolar AS.

Suara Dukungan dari Konfederasi

Dalam hitungan kursi, Infantino sudah unggul jauh. Conmebol (10 negara), CAF (54 negara), dan AFC (47 negara) telah menyatakan dukungan penuh. Total sudah 111 suara dari 211 anggota, melebihi 106 suara yang dibutuhkan untuk menang. Ia terpilih tanpa lawan pada 2019 dan 2023. Sangat sulit bagi siapa pun untuk menantangnya pada pemilihan 2027.

Bahkan jika UEFA berusaha mencalonkan lawan, pertarungan sudah selesai sebelum dimulai. Infantino bergeming bagai batu karang di tengah badai kontroversi.

Kesimpulan: Kontroversi Balogun Belum Cukup Kuat untuk Menjatuhkan Infantino

Kontroversi keputusan FIFA soal Balogun memang memalukan dan mempertanyakan integritas lembaga. Namun secara politis, Infantino masih sangat kokoh. Kunci kekuasaannya terletak pada distribusi dana pembangunan yang dirasakan langsung oleh federasi-federasi kecil. Selama arus uang itu mengalir, dukungan akan terus solid. Skandal Balogun mungkin mencoreng citra, tapi tidak akan mengubah peta kekuasaan di FIFA.

Exit mobile version