Tim nasional wanita Irlandia Utara resmi memulai perjalanan play-off Piala Dunia Wanita dengan menghadapi Portugal pada leg pertama di Inver Park, Jumat pukul 19.30 waktu setempat. Laga kandang ini menjadi langkah pembuka bagi skuad asuhan Michael McArdle menuju putaran final di Brasil, sebuah target yang bagi sebagian pemain akan menjadi pertandingan terbesar sepanjang karier mereka.
Ambisi itu datang bersama sejumlah persoalan. Skuad Irlandia Utara diterpa rangkaian cedera dan harus beradaptasi dengan lima wajah baru, sementara Portugal berada 28 peringkat lebih tinggi dalam daftar ranking FIFA. Meski demikian, ada keyakinan tenang di dalam tim bahwa tiket ke Brasil masih mungkin diraih, terutama karena partai pembuka dimainkan di hadapan pendukung sendiri.
Laga Pertama di Inver Park Jadi Ujian Awal
Bek Norwich City, Natalie Johnson, menyebut Brasil sebagai destinasi impian setiap pesepak bola. Menurutnya, berada di titik ketika impian itu bisa berubah menjadi kenyataan sudah cukup menjadi bahan bakar motivasi. Ia menegaskan timnya tidak ingin terbawa suasana dan memilih memusatkan perhatian pada pertandingan yang ada di depan mata.
“Saat tumbuh besar, Brasil adalah tempat yang ingin dituju semua orang, rumah bagi sepak bola. Rasanya tidak ada yang lebih baik dari itu,” kata Johnson. “Ada banyak hal yang dipertaruhkan, tetapi kami menjalaninya satu pertandingan demi satu pertandingan, dan menurut saya kalau dilihat dengan cara itu, tidak ada yang mustahil. Jelas ada mimpi di ujung sana, tapi kami fokus pada laga di depan kami.”
Kondisi skuad memang tidak ideal menjelang laga sebesar ini. Sejumlah pemain harus absen karena cedera, sementara lima nama baru masuk ke dalam daftar untuk menutup kekosongan tersebut. Bagi sebagian dari mereka, dua laga melawan Portugal akan menjadi pengalaman internasional paling berat yang pernah dijalani sejauh ini.
Rute Panjang Menuju Piala Dunia di Brasil
Jalan yang harus ditempuh Irlandia Utara jauh dari mulus. Sebagai salah satu tim Eropa dengan peringkat terendah di babak play-off, mereka harus melewati beberapa benteng sebelum benar-benar bisa menjejakkan kaki di putaran final musim panas tahun depan.
- Putaran pertama: menghadapi Portugal dalam dua leg, dimulai dari kandang di Inver Park.
- Putaran berikutnya: jika lolos, lawan yang menanti adalah Kroasia atau Islandia.
- Peluang terakhir: jika mampu melewati kedua rintangan itu, besar kemungkinan mereka masih harus menjalani play-off antarbenua untuk mengamankan tiket ke Brasil.
Rekor Pertemuan dengan Portugal
Portugal bukan lawan yang asing, dan catatan pertemuan justru menunjukkan betapa beratnya tantangan ini. Pada kualifikasi Euro 2025, Portugal dua kali mengalahkan Irlandia Utara. Selain itu, pada 2024 Portugal menang 4-0 dalam satu pertemuan dan menang tipis 2-1 pada pertemuan lainnya.
Selisih 28 peringkat di ranking FIFA mempertegas posisi kedua tim di atas kertas. Namun, Johnson menolak menjadikan angka-angka itu sebagai alasan untuk pesimistis. Menurutnya, pengalaman bertemu Portugal sebelumnya justru memberi gambaran jelas tentang apa yang harus diantisipasi.
“Kami benar-benar percaya laga-laga ini bisa dimenangi,” ujarnya. “Kami punya banyak pemain berpengalaman di tim ini, dan para pemain muda yang masuk membawa pengalaman masing-masing serta benar-benar menambah kekuatan skuad. Keseimbangannya bagus dan kami datang untuk mendapatkan hasil.”
Peluang dan Tantangan: Seberapa Besar Beda Kualitas?
Gaya permainan Portugal menjadi salah satu hal yang paling disorot menjelang laga. Johnson memperkirakan timnya akan menghadapi permainan bertempo cepat dengan kualitas teknik tinggi di setiap lini. Karena itu, ia menilai Irlandia Utara harus tampil di level terbaik dan mengimbanginya dengan bola-bola cepat.
“Tim Portugal mana pun akan sangat teknis dan kami memperkirakan pertandingan berjalan cepat. Kami harus berada di performa terbaik untuk menghadapi itu, sepak bola cepat, dan itulah yang kami persiapkan,” jelasnya. “Di atas kertas mungkin terlihat ada jarak besar antara kedua tim, tetapi pada akhirnya ini pertandingan sepak bola, dan terutama di kandang kami, lapangan akan terasa jauh lebih seimbang.”
Faktor kandang memang menjadi modal penting. Bermain di Inver Park memberi Irlandia Utara dukungan langsung dari pendukung sendiri pada leg pertama, sekaligus kesempatan membangun keunggulan sebelum bertandang. Dalam format dua leg seperti ini, hasil di kandang sering menentukan seberapa besar ruang gerak yang tersisa pada pertemuan kedua.
Bagi para pemain muda, dua laga ini juga menjadi ajang pembuktian. Menghadapi tim berperingkat lebih tinggi di panggung play-off Piala Dunia memberi pengalaman yang tidak bisa didapat dari pertandingan biasa, terlepas dari hasil akhirnya. Pengalaman itu pula yang diyakini akan mempercepat proses regenerasi skuad yang sedang berjalan.
Regenerasi Skuad dan Pengalaman yang Tersisa
Bek Birmingham City, Rebecca Holloway, termasuk sedikit pemain yang masih bertahan dari skuad yang berhasil lolos ke Euro 2022, turnamen besar pertama dalam sejarah sepak bola wanita Irlandia Utara. Sejak saat itu, komposisi tim mengalami banyak perubahan, dan ia memilih menyambut perubahan tersebut dengan antusias.
“Rasanya sudah lama sekali, terutama kalau melihat betapa banyak perubahan di skuad, tapi menurut saya justru itu yang menarik,” kata Holloway. “Ini seperti generasi baru yang sedang muncul, dan penting juga bahwa kami punya pemain berpengalaman di sini untuk membantu wajah-wajah baru itu. Kami senang melihat apa yang bisa mereka lakukan, dan kami ingin mereka bermain dengan percaya diri serta bebas.”
Holloway menilai jarak dengan Portugal perlahan mulai menyempit. Ia mengingat laga terakhir kedua tim, ketika Portugal menang tipis 2-1 atas Irlandia Utara setelah sebelumnya menang 4-0. Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan bahwa selisih kualitas kedua tim tidak lagi sebesar yang terlihat dari peringkat.
Menonton Tim Pria sebagai Sumber Inspirasi
Inspirasi tentang cara melawan tim yang lebih diunggulkan tidak perlu dicari jauh. Setelah berkumpul di kamp pada Senin, para pemain menyaksikan tim pria Irlandia Utara bermain imbang 0-0 melawan Georgia. Hasil itu membuat anak asuh Michael O’Neill tetap memuncaki grup Nations League dengan delapan poin dari empat pertandingan tanpa kebobolan satu gol pun.
“Luar biasa menonton mereka bermain dengan begitu muda dan penuh energi, dan sepak bola menarik yang mereka tampilkan,” ujar Holloway. “Generasi muda ini bermain tanpa rasa takut dan saya rasa itu yang sedang dilakukan tim senior pria. Saya berharap para pemain muda melihatnya dan kami bisa mengadopsi sikap yang sama.”
Menurut Holloway, seluruh pemain yang menonton laga tersebut langsung membayangkan hal serupa terjadi di pertandingan mereka sendiri. Ia mengaku suasana ruang menonton dipenuhi rasa tidak sabar untuk segera turun ke lapangan. Semangat itu diharapkan terbawa ke Inver Park saat bola mulai digulirkan.
Penutup
Perjalanan Irlandia Utara di play-off Piala Dunia Wanita dimulai dari titik yang tidak ideal: skuad pincang, lima pemain baru, dan lawan yang berada jauh di atas mereka dalam ranking FIFA. Namun, laga kandang melawan Portugal memberi peluang nyata untuk membangun keunggulan sebelum rute yang lebih berat menanti di putaran berikutnya.
Peluang ke Brasil memang masih panjang dan berliku, tetapi bagi McArdle dan para pemainnya, fokus tetap satu hal saja, yaitu pertandingan di depan mata. Generasi baru yang sedang tumbuh bersama tim ini punya kesempatan langka untuk membuktikan bahwa jarak antarperingkat bukan satu-satunya penentu hasil di lapangan.
